10 Tahun Tanpa Perubahan, Jalur Mudik Jalinsum Bakauheni Gelap Gulita

6 hours ago 2

Bakauheni, CNN Indonesia --

Kondisi gelap gulita jalur arteri ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Lampung masih menjadi momok bagi pemudik, khususnya pengguna roda dua (motor).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com akhir pekan lalu, Jalinsum itu gelap gulita mulai dari Bakauheni hingga Kota Bandarlampung,

Pasalnya, sekitar 95 persen Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tenaga surya jenis LED (Light Emitting Diode) yang terpasang di sepanjang Jalan Nasional tersebut mati total.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padamnya PJU di ruas vital Jalinsum bukanlah masalah baru. Kondisi ini sudah berlangsung selama satu dekade (10 tahun), terhitung sejak momen mudik Lebaran tahun 2017 hingga tahun ini.

Kondisi ruas Jalinsum gelap gulita ini, sudah sering dikeluhkan terutama saat menjelang mudik Lebaran karena membahayakan pengguna jalan.

Bahaya tinggi bagi kendaraan roda dua khususnya dan mobil, terutama di jalur naik Tarahan yang dikenal dengan sebutan 'Tanjakan Maut'. karena rawan sering terjadi laka lantas dan tindakan kejahatan jalanan karena minimnya visibilitas.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Sabtu (14/3) malam sekira pukul 22.30 WIB, kerusakan PJU ini disebabkan komponen rusak seperti panel surya dan aki (accu) sudah tidak berfungsi, dan banyak juga yang hilang diduga dicuri sehingga menyisakan tiang besi kosong menjulang.

Ratusan PJU rusak di ruas Jalinsum ini, dibiarkan mangkrak begitu saja tanpa ada upaya perbaikan dari pihak terkait.

"Tanjakan Maut" Tarahan yang horor

Salah satu titik paling krusial adalah Tanjakan Tarahan, yang dikenal dengan sebutan "Tanjakan Maut". Minimnya visibilitas di area ini, tentunya meningkatkan risiko ganda bagi pengendara.

Salah seorang warga Kecamatan Katibung, Saleh mengatakan sudah sejak lama kondisi Jalinsum yakni di tanjakan maut Tarahan gelap gulita, karena PJU tenaga surya yang terpasang sudah banyak yang rusak dan peralatan lampu tenaga surya banyak hilang diduga dicuri.

"Sudah lama sekali, ada sekitar 10 tahun PJU di sepanjang tanjakan Tarahan semuanya mati total dan kondisinya gelap kalau malam hari. Selain rusak, peralatan di PJU banyak hilang,"ucapnya, Sabtu malam lalu kepada CNNIndonesia.com akhir pekan lalu.

Tanjakan Tarahan ini, lanjutnya, sudah seringkali terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan banyak makan korban jiwa.

Dengan kondisi jalan gelap sehingga banyak terjadi kecelakaan, seperti pengendara sulit melihat ada tumpahan oli, jalan berlubang, dan pembatas jalan (road barrier).

"Selain sering terjadi kecelakaan, kondisi gelap di tanjakan Tarahan sering dimanfaatkan tindakan kejahatan jalanan penodongan. Kami berharap, harus ada perhatian mengenai kondisi ini,"ujarnya.

Senada dengan Saleh, warga lainnya, Juhari (57) menyebut selain sering terjadi laka juga rawan tindakan kejahatan jalanan. Sehingga membuat pekerja yang pulang malam setelah lembur, merasa ketakutan saat melintas.

"Sudah sering terjadi laka, apalagi kondisi jalannya gelap karena minim lampu penerangan sehingga menambah terkesan horornya di tanjakan maut Tarahan ini," kata dia.

"Kami berharap ada perhatian. Kalau kondisi jalan terang, pengguna kendaraan melintas malam hari pasti akan merasa aman dan nyaman khususnya bagi pemudik," imbuh Juhari.

Kekecewaan pemudik

Aldi (38), salah seorang pemudik pemotor asal Tangerang mengaku kecewa, karena kondisi Jalinsum tidak ada perubahan--masih tetap gelap gulita dan terus berulang setiap tahun.

"Sudah lima tahun ini saya mudik lewat jalan sini (Jalinsum) menggunakan motor, dan kondisnya masih tetap sama gelap. Mudik tahun 2025, saya nyaris jatuh dari motor akibat lubang jalan karena tidak terlihat akibat kondisi jalan gelap ini," ujar pria yang mudik ke Lampung itu di sela beristirahat di sebuah warung.

Menurutnya, kondisi kegelapan di ruas Jalinsum ini yakni setelah dari Pasar Bakauheni, hingga ia beristirahat di Desa Rangai, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan ini.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi jalan gelap ini sampai menuju ke arah Kota Bandarlampung dan setelahnya, hingga jalan menuju ke kampung halamannya.

"Pastinya tidak nyaman kalau kondisi jalan yang dilalui gelap. Mestinya inikan menjadi perhatian pemerintah, untuk keamanan dan kenyamanan pemudik,"mkata dia.

Untuk menyiasati kondisi kegelapan di ruas jalur arteri Jalinsum tersebut, para pengendara saat ini hanya mengandalkan lampu utama kendaraan pribadi, dan juga pendar cahaya dari rumah warga atau warung-warung kecil di pinggir Jalinsum.

Kondisi itu diperparah, dengan infrastruktur jalan yang kurang mumpuni. Meski beberapa titik jalan berlubang telah ditambal, namun pengerjaannya terkesan seperti asalan.

Banyak beberapa titik jalan kondisinya bergelombang, secara teknis sama bahayanya dengan jalan berlubang bagi keseimbangan sepeda motor.

(zai/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |