36 Tahun Honorer, Guru di NTT Resmi Jadi PPPK

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Asnat Nenabu, guru honorer di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan, NTT, tidak bisa menyembunyikan rasa gembira setelah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

"Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto yang dengan adanya video saya, Bapak tanggapi. Dan sampaikan salam saya, dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto," kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fotilo, Kamis (27/11).

Wanita 56 tahun itu masuk daftar PPPK paruh waktu Kabupaten Timor Tengah Selatan setelah 36 tahun mengajar. Ia mulai mengajar sejak lulus SMA di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo. Karena pihak sekolah mewajibkan semua guru bergelar sarjana, sementara ia tidak memiliki biaya untuk kuliah, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Asnat sempat viral di media sosial lantaran memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib pegawai honorer seperti dirinya. Ia berharap sebelum pensiun di usia 60 tahun, ia dapat merasakan satu hari saja menerima gaji dari pemerintah. Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia mengaku hanya mendapatkan upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.

Asnat mengaku sangat bahagia setelah menerima kepastian dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, bahwa ia kini resmi menjadi guru PPPK paruh waktu. Namun, ia tetap berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga bisa segera diangkat menjadi PPPK.

"Saya juga mau, saya punya teman-teman juga kalau bisa mereka ikut merasakan berkat dari pemerintah. Karena saya punya teman-teman juga mengabdi untuk generasi umum muda ini," ujar Asnat.

Lebih lanjut Asnat mengaku gajinya kini sudah naik. Tapi, Asnat menyebut gaji bukan hal utama bagianya. Asnat mengaku sangat mencintai anak-anak dan ingin menanamkan nilai etika, kejujuran, dan keberanian sejak dini.

"[Gaji] kami sudah dinaikkan. Satu bulan Rp500 ribu. Baru enam bulan tahun 2025," ucap Asnat.

"Saya mendidik mereka mulai dari dalam kandungan ibu, sejak satu bulan dalam kandungan sampai sembilan bulan. Itu saya kawal para ibu hamil sampai melahirkan, lalu mereka dua tahun ke atas, tiga tahun ke atas, saya rangkul lagi untuk masuk ke PAUD. Dan saya mau relakan saya punya tenaga. Saya bilang, kalau saya tidak bisa berjalan, baru saya lepas mengajar, karena memang saya cinta mereka," katanya menambahkan.

(har)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |