Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan rumah warga terendam banjir akibat luapan Kali Cijayanti di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdan total warga terdampak mencapai 138 kepala keluarga (KK) atau sekitar 456 jiwa.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan satu unit rumah di RT 03 RW 01 rusak berat hingga ambruk milik warga bernama Enjuh. Penghuni rumah sebanyak satu keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama, sehingga aliran Kali Cijayanti meluap yang berdampak ke permukiman warga," kata Adam mengutip Antara, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di Kampung Babakan Cicerewed, meliputi sejumlah RT di RW 01, RW 02, RW 06, dan RW 09 Desa Cijayanti.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai 70 sentimeter hingga mencapai sekitar 150 sentimeter di beberapa titik permukiman warga.
BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban terancam dalam peristiwa tersebut. BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak berupa bantuan logistik tanggap darurat.
Hingga Minggu malam, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Warga bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan lumpur dan genangan air yang masuk ke dalam rumah.
Puluhan rumah rusak
Sementara itu, Adam juga mencatat sebanyak 90 rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Rumpin pada Minggu siang sekitar pukul 14.30 WIB.
"Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting," kata Adam.
Ia menjelaskan, rumah terdampak berada di Kampung Parakanomas RT 01, 02, dan 03 RW 01, Desa Tamansari. Dari total 90 rumah yang terdampak, tujuh rumah mengalami rusak sedang dan 83 lainnya rusak ringan.
BPBD mencatat rumah rusak sedang di antaranya berupa tembok ambruk hingga atap rumah terbawa angin. Sementara kerusakan ringan didominasi bagian atap dan genting rumah yang beterbangan akibat terpaan angin kencang.
Selain kerusakan rumah, dua keluarga dengan total 10 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di sekitar lokasi karena kondisi rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sebagian warga juga mulai memperbaiki rumah mereka secara mandiri.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
4















































