DPR Desak Polisi Ungkap Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IV DPR, Rajiv, mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh milik PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dia menegaskan penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, melainkan harus menelusuri aktor intelektual yang diduga berada di balik aksi tersebut. Rajiv bilang kerusakan itu memiliki pola, dan karenanya dilakukan dengan sengaja dan terstruktur.

"Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan jelas ada kepentingan. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya," kata Rajiv dalam keterangannya, Jumat (28/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Rajiv setelah menerima laporan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim gabungan Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan pada Kamis (27/11) di Desa Margamulya. Petugas mengecek langsung sejumlah blok lahan teh yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerusakan ditemukan di tiga lokasi. Di Blok Bojong Waru, Kampung Bojong Waru, sekitar lima hektare kebun teh terlihat rusak dengan kondisi batang dipotong dari pangkal lalu dibiarkan mengering.

Kerusakan lebih luas ditemukan di Blok Cipicung I, Kampung Babakan Tirtasari, yakni mencapai delapan hektare lebih. Sementara di Blok Cipicung II, Kampung Sukatinggal, sekitar satu hektare tanaman teh juga dipotong dengan pola serupa.

Rajiv meyakini ada tujuan jangka panjang dalam kasus tersebut, baik itu penguasaan lahan, atau kepentingan bisnis. Dia mengaku akan membawa masalah itu dalam rapat dengan BUMN. Dia mengingatkan bahwa koordinasi antarinstansi tidak boleh menjadi formalitas semata.

"Saya ingin hasil nyata. Jangan hanya rapat, tapi tidak ada tindakan. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal," kata Rajiv.

"Siapa pun yang bermain di balik kerusakan ini, saya pastikan tidak akan lolos. Ini aset negara. Tidak boleh ada yang mempermainkannya," imbuhnya.

Hingga kini penyidikan masih berlangsung. Kepolisian menargetkan dapat mengungkap seluruh pelaku beserta jaringan yang diduga terlibat dalam perusakan belasan hektare kebun teh itu.

Seorang petugas PTPN VIII yang menolak disebut namanya menyebut aksi itu dilakukan secara terstruktur. Dia bilang kasus itu dilakukan banyak orang dan terjadi berbulan-bulan.

"Kami menemukan banyak bekas potongan yang sangat rapi. Ini bukan pekerjaan satu-dua orang. Aksi ini dilakukan malam hari, saat patroli tidak ada. Terjadi berbulan-bulan, diam-diam, dan terencana," ujarnya.

(thr/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |