Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf Rismon Hasiholan Sianipar pada kasus dugaan ijazah palsu ayahnya yang juga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Gibran yang merupakan putra sulung Jokowi itu mengaitkan dengan bulan suci Ramadan untuk saling memaafkan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran dalam keterangannya, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Gibran juga menghargai sikap Rismon yang telah mengklarifikasi serta meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
"Langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi," ucap dia.
Rismon termasuk salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya.
Dia bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa menuding ijazah Jokowi palsu berdasarkan penelitian ilmiah mereka. Penelitian tersebut dituliskan dalam buku Jokowi's White Paper.
Teranyar, Rismon meminta maaf atas hal itu.
Saat bertamu ke rumah Jokowi di Solo pada Kamis ini, Rismon kini menyebut tak ada kejanggalan dalam ijazah S1 Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Rismon mengaku telah melakukan penelitian lanjutan. Hasil penelitian lanjutan pun menyimpulkan tak ada kejanggalan dalam ijazah Jokowi.
"Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi's White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga," kata Rismon usai diterima Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3).
Rismon pun mengajukan mekanisme penyelesaian hukum secara restorative justice.
Sebelumnya dia bersama Roy Suryo dan dr Tifa telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas laporan pencemaran nama baik yang disampaikan Jokowi.
(mnf/kid)

5 hours ago
3















































