Jakarta, CNN Indonesia --
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat volume kendaraan tertinggi sepanjang sejarah arus mudik di Indonesia. Rekor ini terjadi pada saat puncak arus mudik pada Rabu (18/3).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan puncak volume lalu lintas mudik yang dilayani oleh Jasa Marga mencapai 270.315 kendaraan. Jumlah itu atau naik 98,3 persen dari kondisi normal dan naik 4,6 persen dari puncak mudik Lebaran 2025.
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) yakni GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6 persen dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu," kata Rivan dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3).
Disampaikan Rivan, meski jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group mencapai rekor tertinggi, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan dengan baik karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan berjalan efektif dalam mengurai kepadatan.
"Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414," tutur dia.
"Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya," sambungnya.
Rivan menyebut sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1x12 jam. Pada Kamis (19/3) pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal.
"Jasa Marga akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai decision support system yang mendukung keputusan rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh pihak Kepolisian sesuai kondisi terkini di lapangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Rivan turut mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih baik lagi dengan menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol yang akan diberlakukan pada periode arus balik pada tanggal 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai 27 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.
"Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman," ucap Rivan.
(dis/har)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
8
















































