Makassar, CNN Indonesia --
Mabes TNI AD angkat suara terkait bentrokan yang terjadi antara anggota TNI dengan personel Brimob di Lapangan Bola Lakarada, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (4/1) kemarin.
Kadispenad Brigjen TNI Inf Donny Pramono membenarkan adanya insiden tersebut. Akan tetapi, kata dia, aksi itu hanyalah kesalahpahaman biasa antar suporter dari masing-masing tim.
"Perlu kami jelaskan bahwa peristiwa itu merupakan kesalahpahaman spontan antar suporter dalam pertandingan futsal antara tim Yonif TP 871/Lamaindo dan Yon B Pelopor Brimob Polda Sultra di Lapangan Lakarada, Buton Selatan," ujarnya kepada wartawan, Senin (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny mengatakan insiden bermula setelah pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Ketika itu terjadi saling ejek antar suporter yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan.
"Sempat terjadi momen saling ejek antar suporter, yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan. Akan tetapi situasi tersebut segera ditangani oleh para pimpinan satuan di lokasi," ujarnya.
Ia menjelaskan insiden itu berhasil diatasi oleh komandan satuan dari kedua pihak yang langsung turun tangan untuk meredam situasi. Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat segera berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga.
"Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali," tuturnya.
Donny mengatakan seluruh personel dari kedua satuan juga langsung kembali ke asrama masing-masing tanpa ada kejadian lanjutan. Ia menegaskan sinergi antara TNI-Polri tetap solid dan tidak ada permasalahan apapun.
"Tidak ada kejadian lanjutan, dan seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan," jelasnya.
"Kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib dan terkendali," pungkasnya.
Sudah damai
Buton Selatan, Muhammad Adios mengklaim TNI dan anggota Brimob yang bentrok sudah damai setelah dilakukan mediasi.
"Alhamdulillah, pertemuan ini kita melihat rasa kekeluargaan lebih tinggi, tidak ada perbedaan antara prajurit. Itu hanya kesalahpahaman," katanya kepada wartawan.
Sementara itu mediasi dihadiri Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Ariyanto dan Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha.
"Kami mengambil langkah untuk mempertemukan semua pihak. Mereka sudah duduk bersama dan bersilaturahmi," kata Arif.
Di sisi lain, Kapolres Buton, AKBP Ali mengatakan hal ini menjadi pesan penting bagi masyarakat, aparat keamanan adalah satu kesatuan.
"Kami bersama-sama mendukung pembangunan yang ada di Buton Selatan," katanya.
Sebelumnya dalam unggahan yang beredar, bentrokan disebut melibatkan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo dengan personel Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sultra.
Disebutkan setelah pertandingan berakhir, ratusan prajurit TNI masuk ke lapangan dan diduga melakukan pemukulan terhadap anggota Brimob, sehingga sejumlah personel mengalami luka-luka.
(mir/tfq/dal)

1 day ago
8

















































