Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yakin wacana penerapan satu hari bekerja dari rumah (WFH) dalam sepekan takkan mengganggu berjalannya roda pemerintahan.
"Enggak akan masalah, karena kita bukan pengalaman pertama," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/3).
Tito menyampaikan skema kerja semacam ini sebelumnya juga sudah pernah diterapkan. Ia menyinggung pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, bahkan ada skema yang menerapkan hanya 25 persen pegawai Kemendagri yang bekerja di kantor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyampaikan pemerintah telah menggelar rapat membahas persoalan ini. Ia menyebut rapat itu berjalan hampir sekitar tiga atau empat jam lamanya membahas persoalan tersebut.
Meski begitu, ia enggan bicara lebih jauh dan menyampaikan perihal itu lebih lanjut akan disampaikan oleh Menko PMK Pratikno atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke bapak presiden, setelah ada arahan bapak presiden baru diumumkan resmi," ucap dia.
Wacana WFH ini bersamaan dengan konflik antara AS-Israel dengan Iran yang berakibat pada ditutupnya Selatan Hormuz yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah pun mengkaji berbagai opsi dalam rangka melakukan penghematan penggunaan energi di tengah konflik tersebut. Sejumlah negara telah melakukan langkah serupa terlebih dulu. Salah satunya Filipina yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan.
(mnf/dal)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4
















































