Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong wanita pada KRL dipindah ke area tengah rangkaian kereta, dan laki-laki pindah ke ujung rangkaian.
Usulan ini dilontarkan Arifah menyusul peristiwa gerbong perempuan KRL Cikarangyang ditabrak Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Dia pun mengaku mengusulkan PT KAI untuk memindahkan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang laki-laki di ujung, yang iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Hal itu pun mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama terlihat pada komentar-komentar di media sosial.
Merespons polemik yang terjadi, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Deddy Herlambang menyampaikan usulan memindahkan kereta khusus wanita ke bagian tengah rangkaian merupakan ide yang absurd.
"Yang mengusulkan KKW [kereta khusus wanita] dipindah di tengah itu absurd saja karena dianggap ada Kereta Khusus Wanita dan Kereta Khusus Pria--yang sebenarnya adalah Kereta campur," kata Deddy lewat pesan singkat, Rabu (29/4).
Deddy menjelaskan bahwa KKW sebenarnya bukan merupakan standar pelayanan minimum kereta api.
Ia menyatakan hal itu merupakan bentuk bonus pelayanan yang eksklusif bagi gender wanita yang enggan bercampur dalam rangkaian kereta dengan pria.
Sementara itu, Deddy menjelaskan alasan mengapa KKW berada di ujung rangkaian ialah untuk memudahkan mobilitas perempuan mengakses kereta tersebut.
"KKW Diletakkan di ujung karena memang Eksekutif (pelayanan khusus) karena kalau diletakkan di tengah akan penuh perempuan karena pintu keluar masuk stasiun kebanyakan berada di tengah," ucap dia.
Hal paling utama: Aspek keselamatan
Deddy menekankan yang terpenting bukan mengenai letak KKW dalam suatu rangkaian kereta.
Tetapi ia menegaskan yang paling penting ialah aspek keselamatan bagi penumpang.
"Yang penting aspek manajemen keselamatan perkeretaapian itu sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditanya awak media soal usulan posisi gerbong perempuan, dia justru menekankan evaluasi untuk mendorong aspek keselamatan.
AHY menekankan perbaikan mendasar dari sistem transportasi publik adalah menjamin keselamatan seluruh penumpang tanpa memandang gender.
"Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun," tegas AHY di Bekasi, Selasa (28/4).
"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," sambungnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan standar keselamatan seluruh penumpang, baik laki-laki maupun perempuan merupakan prioritas utama.
Ia memastikan tidak ada perbedaan tingkat perlindungan keamanan antara pengguna jasa laki-laki maupun perempuan di dalam kereta.
"Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan adalah prioritas utama kami.
Terkait usulan Menteri PPPA agar posisi gerbong wanita pada KRL dipindah ke area tengah, dan laki-laki pindah ke ujung rangkaian, Bobby mengatakan hal tersebut tidak berkaitan dengan tingkat keselamatan.
"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa dari PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu ini.
Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Hingga Rabu siang ini, tragedi itu telah merenggut nyawa sebanyak 16 orang dan 90 orang mengalami luka dengan rincian 44 korban sudah diperbolehkan pulang dan 46 pasien lainnya masih dalam perawatan.
(mnf/kid)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4














































