Penanganan Banjir Tangerang Terkendala Minimnya Peralatan Kebencanaan

5 hours ago 6

Tangerang, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku mengalami kekurangan sarana prasarana penanggulangan bencana dalam mengatasi banjir yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir di sejumlah titik daerah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan minimnya peralatan seperti perahu evakuasi dan pompa air menjadi kendala utama dalam penanganan banjir.

"Penanganan musim bencana banjir ini memang sangat kurang sarana-prasarana kita. Misalnya perahu karet sangat kurang," ujar Taufik, Kamis (22/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, sarana prasarana milik BPBD Kabupaten Tangerang tidak sebanding dengan luas wilayah terdampak banjir. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam menjangkau seluruh lokasi bencana secara cepat dan optimal.

Oleh karena itu, kata Taufik, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten guna meminta tambahan peralatan penanggulangan bencana.

"Namun saat ini bencana juga terjadi di sejumlah daerah lain di Banten, seperti Lebak, Pandeglang, dan Serang, yang kondisinya lebih parah sehingga menjadi prioritas," jelasnya.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang untuk memaksimalkan penggunaan pompa air dalam upaya mengurangi dampak banjir.

Taufik menambahkan, peristiwa banjir terjadi berulang di Kabupaten Tangerang. Pada Senin (12/1/) banjir merendam setidaknya24 kecamatan dan baru surut setelah berhari-hari.

Namun pada Kamis (22/1/), banjir kembali merendam lima kecamatan.

Adapun wilayah yang kembali terdampak banjir saat ini meliputi Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.

"Pemicunya intensitas hujan yang ekstrem sejak kemarin," ujar Taufik.

Banjir Cikande naik hingga 2,5 meter

Salah satunya banjir di perumahan Cikande, Kabupaten Tangerang yang kembali naik hingga 2,5 meter pada Kamis kemarin.

"Saat ini ketinggian air berkisar 70 sentimeter hingga 2,5 meter," kata Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Cisoka, Guruh di Tangerang, Kamis malam seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, luasan banjir kini telah melanda dua RW yang ada di perumahan Cikande. Di mana, ketinggian air hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan. Pasalnya aliran Sungai Cidurian masih terus meluap ke permukiman warga.

"Yang terdampak itu RW 02 dan RW 03. Saat ini baru sekitar 122 keluarga yang terkonfirmasi terdampak," ujar Guruh.

Guruh menyebut, titik banjir terdalam berada di RT 04, RW 03 Perumahan Taman Cikande dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

(dod/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |