PJJ Diperpanjang, Bupati Tangerang Khawatir Abu Vulkanik ke Kesehatan

5 hours ago 7

Tangerang, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa jenjang PAUD, SD, dan SMP hingga Jumat (11/9).

PJJ sebelumnya dilakukan terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu kesehatan siswa.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil karena sebaran abu vulkanik masih perlu diwaspadai. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengapa ini kita memutuskan kebijakan ini? Lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik kita antisipasi daripada kita merespons pada akhirnya ada korban masyarakat kita," kata Maesyal, Rabu (9/9).

Namun, setelah dilakukan pemantauan terhadap kondisi erupsi dan sebaran abu vulkanik, Pemkab Tangerang memutuskan memperpanjang PJJ hingga 11 September.

Perpanjangan PJJ tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor B/100.3.2/13587/IX/Disdik tentang Imbauan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam surat edaran itu, satuan pendidikan diminta memastikan proses pembelajaran secara daring tetap berjalan dengan baik. Kehadiran guru dan siswa juga harus tetap dipantau selama pelaksanaan PJJ.

Guru diminta menyesuaikan beban dan aktivitas pembelajaran dengan kondisi siswa. Sekolah juga diwajibkan berkomunikasi dengan orang tua atau wali murid untuk memantau kondisi kesehatan siswa selama terdampak sebaran abu vulkanik.

Apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat agar siswa segera mendapatkan penanganan.

Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama PJJ untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Maesyal mengatakan paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan iritasi kulit.

"Jadi jangan sampai ada korban masyarakat kita, apakah itu terkena ISPA atau juga mata, kulit, dan lain sebagainya, lebih baik kita mencegah ya, lebih baik mencegah," jelas Maesyal.

Sebelumnya, PJJ di Kabupaten Tangerang diberlakukan sejak Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Dengan adanya perpanjangan tersebut, siswa PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Tangerang kembali mengikuti pembelajaran dari rumah hingga Jumat (11/9).

Pemkab Tangerang akan terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

(dod/kid)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |