Polisi Bawa Parang ke Rumah Walkot Palopo terkait Seleksi Direksi PAM

5 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Propam Polres Palopo, Sulawesi Selatan, turun tangan merespons video viral yang memperlihatkan seorang polisi datang membawa senjata tajam ke rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal.

Beredar video seorang oknum polisi datang membawa senjata tajam ke rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal hingga viral di media sosial. Kasus ini pun telah ditangani oleh Propam Polres Palopo, Sulawesi Selatan.

Selain itu, kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian baik tindak pidananya maupun pelanggaran kode etiknya oleh Indra Lukman selaku sopir Wali Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu kuasa hukum Pemkot Palopo, Sahrul, dalam keterangannya menyatakan diduga anggota Polri itu sampai membawa parang ke rumah wali kota imbas diduga keluarganya tak terpilih dalam seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo.

"Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial," kata Sahrul dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Dia menuturkan diduga oknum polisi berinisial SL itu memiliki saudara mantan anggota DPRD Kota Palopo yang ikut seleksi perusahaan daerah tersebut. Namun dalam prosesnya, tidak berhasil mengikuti tahapan selanjutnya.

"Kasus ini menyedot perhatian karena latar belakang keluarga pelaku yang memang memiliki hubungan dengan dinamika politik di Palopo," ujarnya.

Namun, kata Sahrul, kliennya tetap fokus pada proses hukum dugaan pengancaman terhadap sopir pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal yang terjadi pada saat oknum polisi datang ke rumah pribadi wali kota dengan membawa parang, Jumat (24/4) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

"Kami mempercayakan penuh proses ini kepada penyidik. Fokus kami adalah memastikan klien kami mendapatkan keadilan atas tindakan intimidasi yang dialaminya. Secara hukum, unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan tadi," jelasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pihak propam.

"Sementara masih proses sambil melengkapi keterangan saksi-saksi," kata Marsuki kepada CNNIndonesia.com.

Sebelumnya  Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Darma mengonfirmasi ada anggota di polres itu yang diduga melakukan pengancaman dengan senjata tajam.

"Ada indikasi anggota, saat ini masih didalami," kata Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Darma kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/4).

Dalam video viral berdurasi 2 menit 2 detik memperlihatkan seorang pria yang mengendarai sepeda motor melintas di depan rumah pribadi Wali Kota Palopo. Pria itu kemudian berputar dan singgah di depan rumah sambil membawa parang.

Setelah itu berusaha membuka pintu pagar, namun terkunci sehingga hanya berteriak-teriak.

Dedi menerangkan dalam kasus ini pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memeriksa polisi tersebut.

"Kita panggil saksi-saksi yang lain untuk memvalidasi data dan info yang ada," ujarnya.

Adapun anggota polisi yang diduga membawa parang itu adalah inisial SL yang baru dipindahtugaskan di Polres Palopo. Sebelumnya, kata Dedi, SL berdinas di Polres Enrekang.

"Dari Enrekang baru pindah ke Palopo," jelasnya.

[Gambas:Youtube]

(mir/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |