Yogyakarta, CNN Indonesia --
Polresta Yogyakarta menyatakan akan mendalami adanya dugaan tiga oknum anggota kepolisian yang meminta jatah makan ke usaha kuliner, Bolosego di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta (DIY).
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS mengatakan Kapolresta Yogyakarta telah menginstruksikan Kasat Reskrim dan juga Kasi Propam untuk mendalami soal narasi anggota meminta jatah makan, demikian pula dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Alkid.
"Unit Reskrim dan fungsi Propam sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendalaman dan verifikasi secara menyeluruh, dan saat ini prosesnya sedang berjalan," jelas Dani di Mapolsek Gondomanan, Jumat kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum atau pelanggaran SOP dari anggota, akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," sambung Dani.
Dani bilang kepolisan juga berupaya memintai keterangan dari pihak Bolosego, meski food truck usaha kuliner tersebut sudah pindah lokasi jualan ke luar kota.
Sebelumnya, kasus dugaan pungutan liar (pungli) menimpa salah satu pengusaha kuliner, yakni Bolosego di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Yogyakarta.
Dugaan pungli tersebut ini diungkap melalui media sosial Tiktok oleh Pemilik Bolosego bernama Dyah Laily Fardisa. Ia mengunggah video tersebut melalui akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026.
Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik itu, Dyah bercerita pihaknya berencana mengoperasikan food truck Bolosego miliknya 16-20 September 2026 di Alkid setelah mengantongi izin dari pihak keraton.
Akan tetapi, baru satu hari berjualan, ia memutuskan untuk memindahkan lokasi usahanya.
Alasannya, Dyah bilang dirinya mendapat permintaan uang parkir dari oknum yang mengaku sebagai juru parkir. Semula, ia diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, nominal tersebut disebut menjadi Rp1 juta per hari atau Rp5 juta untuk lima hari.
Dyah selain itu mengaku mendapat sejumlah permintaan lain, termasuk menyediakan makanan untuk 10 orang yang disebutnya preman atau tukang parkir. Selain itu ada permintaan makanan untuk tiga anggota polisi. Ada pula biaya tambahan terkait pemasangan listrik untuk usahanya.
Dalam video terbarunya Dyah mengatakan jika sebenarnya petugas kepolisian datang juga untuk membantu memediasi dengan paguyuban parkir terkait kebutuhan operasional food truck. Mereka bukan yang datang lalu asal minta jatah makan.
Namun demikian, banyaknya permintaan itu akhirnya membuat Dyah untuk memilih menghentikan aktivitas jualannya di Alkid. Ia menyatakan tidak ingin memfasilitasi praktik pungutan yang dinilai tidak wajar.
Atas viralnya video tersebut, masing-masing pihak yang disebut pun telah memberikan klarifikasi maupun penjelasan menyangkut persoalan terkait.
(kum/kid)

1 hour ago
3















































