Prabowo soal Kasus Keracunan MBG: Itu 0,0006 Persen

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi masih adanya kasus keracunan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.

Dalam laporan yang dia terima, Prabowo menyatakan total ada sekitar 28 ribu penerima manfaat program MBG yang mengalami gangguan kesehatan, seperti keracunan dan sakit perut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia bilang, dari total 4,5 miliar porsi makanan yang telah disalurkan, maka secara statistik angka keracunan MBG itu sangat kecil yakni 0,0006 persen. Berangkat dari itu, Prabowo menilai tingkat keberhasilan program MBG sejauh ini cukup tinggi.

"Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar, kalau tidak salah itu adalah 0,0006 (persen). 0,0006 artinya 99,994 persen (berhasil)," kata Prabowo dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres, Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Menurutnya tidak ada upaya manusia yang bisa mencapai hasil sempurna 100 persen, meski pemerintah tetap berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas program andalannya tersebut.

"Itu kalau statistik ya, itu kan dibulatkan ke atas, berarti apa? 99,994 (persen) itu berhasil itu. Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai," ujarnya.

Prabowo menambahkan pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan verifikasi atas data tersebut, sekaligus berupaya menekan angka gangguan kesehatan agar semakin kecil.

"Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi, tapi saya dapat laporan bahwa kita punya statistik sampai hari ini, insya Allah kita pertahankan kalau bisa kita kurangi lagi, tapi kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang, dan lebih baik dari Eropa," kata dia.

Sepanjang 2026 ini diketahui kasus keracunan MBG masih terjadi di beberapa daerah. Terbaru adalah di Tulungagung, Jawa Timur.

Mengutip dari Antara, siswa-siswa di lima sekolah yakni SDN 3 Bungur, SMKN 3 Boyanglu, SMK Sore Tulungagung, SMKN Boyolangu, MAN 2 Tulungagung mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Februari ini. 

Koordinator BGN Wilayah Tulungagung Sebrina Mahardika, Kamis, mengatakan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur telah diamankan untuk diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan setempat.

Masih mengutip dari Antara, kasus keracunan MBG juga terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan sampel makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 01 yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E.Coli).

"Dalam pengujian sampel makanan di BLK Semarang terdapat dua jenis pemeriksaan, yakni bakteriologis dan kimia," ucap Abdul Hakam di Kudus, Senin (9/2).

Kasus keracunan MBG juga terjadi di beberapa daerah lain pada Februari ini seperti di Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur), Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), dan Singkawang Tengah (Kalimantan Barat).

Dalam kesempatan peresmian SPPG Polri di Palmerah hari ini, Prabowo juga menyoroti pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat serta penggunaan teknologi dalam proses produksi MBG. Prabowo mengatakan penyediaan pangan merupakan kebutuhan harian yang krusial bagi kelangsungan hidup rakyat.

Prabowo menyebut SPPG Polri memanfaatkan berbagai perangkat teknologi untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan, mulai dari sistem penyaringan air, penggunaan sinar ultraviolet untuk membunuh bakteri pada wadah makanan, hingga pengujian keamanan pangan yang diproduksi di dalam negeri.

"Tiap hari pangan itu dibutuhkan tiap hari untuk kelangsungan hidup rakyat kita dan inisiatif saudara dengan menggunakan teknologi yang terbaik. Teknologi terbaik tapi tercapai, terjangkau oleh kemampuan uang kita," ujarnya.

(del/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |