Pramono Kutip BMKG: Idulfitri Kemungkinan Hujan di Jakarta

14 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons kekhawatiran masyarakat terkait peringatan cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah ibu kota belakangan ini.

Merujuk pada prakiraan cuaca jelang Hari Raya Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membenarkan adanya tren suhu terik panas berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Yang pertama untuk menghadapi Idulfitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya itu cuacanya panas," ujar Pramono di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski suhu udara terasa sangat menyengat di hari-hari menjelang hari raya, kondisi ini diprediksi tidak akan bertahan hingga puncak perayaan. Pramono mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca ibu kota akan berangsur berubah dan justru berpotensi turun hujan saat hari raya tiba.

"Tetapi pada saat Idul Fitri ada kemungkinan curah hujan menengah," jelasnya.

Mengacu pada proyeksi curah hujan alami yang diperkirakan akan membasahi wilayah ibu kota tersebut, Pemprov DKI Jakarta pun mengambil keputusan pasti terkait langkah intervensi cuaca.

Oleh karena itu, wacana rekayasa cuaca untuk meredam hawa panas dinilai urung dilaksanakan dalam waktu dekat karena kondisi alam diprediksi sudah cukup mendukung.

"Sehingga dengan demikian, Jakarta masih belum memerlukan apa, dibuat hujan buatan," pungkas Pramono.

Cek kesehatan sopir mudik

Dalam kesempatan yang sama, Pramono meninjau kelayakan armada bus sekaligus memastikan kelayakan fisik para sopir yang bertugas bebas dari zat terlarang terkait mudik lebaran 2026.

"Saya juga mengecek secara langsung para pengemudi dilakukan pengecekan kesehatan dan juga narkoba. Dan tadi saya juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan bahwa ram check sudah dilakukan bagi semua bus yang akan pulang kampung," ujar Pramono.

Dengan persiapan armada dan sumber daya manusia yang matang, Pramono menaruh optimisme tinggi agar momentum eksodus massal tahunan ini dapat dinikmati oleh warga tanpa kendala yang berarti.

Pesan ke pemudik saat arus balik

Di samping itu, Pramono mengaku telah mengantisipasi potensi penumpukan massa pada masa arus balik mendatang.

Menyadari periode libur hari raya yang terbilang cukup panjang, ia mengingatkan para pemudik untuk mengatur jadwal kepulangan secara bijak dan kembali memaksimalkan layanan angkutan balik yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

"Dan kami juga meminta, menghimbau bagi warga yang nanti kembali ke Jakarta, karena ini liburnya panjang, tidak semua kemudian harus bertumpuk di awal," ujar Pramono.

"Bagi pemudik yang menggunakan transportasi yang disiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, mudah-mudahan mereka bisa tetap menggunakan fasilitas yang diberikan kembali ke Jakarta dan dengan semangat untuk bekerja kembali di Jakarta," sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini melonjak tajam, sehingga jumlah armada bus yang dikerahkan juga mengalami peningkatan signifikan.

"Total jumlah penumpang yang diangkut pada program mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 35.012 penumpang," ujar Syafrin.

Tak ada operasi yustisi untuk pendatang baru

Selain itu, Pramono juga memastikan tidak akan menggelar operasi yustisi pasca Lebaran. Ia hanya berpesan setiap pendatang baru harus memiliki kemampuan yang relevan.

Ia mengingatkan bahwa meskipun ibu kota tidak melarang kedatangan warga dari luar daerah, bekal keahlian yang mumpuni menjadi hal yang krusial untuk bisa bertahan hidup.

"Orang yang datang ke Jakarta harapannya adalah orang yang dengan kemampuan seperti yang dibutuhkan Pemerintah Jakarta saat ini, ataupun dunia usaha yang ada di Jakarta," ujar Pramono.

Peringatan tegas terkait pentingnya keahlian tersebut disampaikan lantaran kerasnya realitas persaingan hidup di Jakarta yang kerap kali tak seindah ekspektasi para perantau.

Oleh karena itu, meski membebaskan mobilitas warga tanpa adanya penyekatan administratif, ia meminta para pendatang untuk bersiap memeras keringat menghadapi tantangan di lapangan.

"Karena kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak, harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu. Dan kami sudah memutuskan tidak akan ada operasi yustisia. Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja," ujar Pramono.

(knt/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |