Bandung Zoo Siapkan Tirai hingga Isolasi Satwa Imbas Abu Vulkanik

4 hours ago 4

Bandung, CNN Indonesia --

Bandung Zoo melakukan sejumlah mitigasi perlindungan satwa dari dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Rohmat salah seorang pengurus Bandung Zoo mengatakan mitigasi perlindungan yang dilakukan salah satunya menempatkan hewan satwa ke kandang tertutup (isolasi) untuk menghindari terkena paparan abu.

"Mungkin ada beberapa satwa yang memang, untuk jenis satwa yang di kandang peragakan dan ada kandang malamnya, mungkin tidak dikeluarkan, begitu ya. Jadi mereka mungkin beberapa saat berada di kamar tidur lah atau di-holding ya, gitu, plus makan dan minum juga di sana," ujar Rohmat saat dihubungi, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kata Rohmat, Bandung Zoo juga akan memasang tirai untuk menutupi kandang-kandang satwa yang tidak miliki kamar tertutup.

"Nah kalau untuk jenis-jenis burung, mungkin kalau abu vulkaniknya sudah melewati ambang batas kita gitu ya, mungkin akan kita tutup dengan berbagai upaya, bisa pakai tirai atau mungkin plastik," katanya.

Mitigasi lainnya yakni dengan melakukan penyemprotan pada kandang dan kawasan Bandung Zoo.

"Kalau sekarang sih belum dilakukan penyemprotan. Lebih ke body security sih kita tetap jalankan ya untuk beberapa kandang kita penyemprotan," katanya.

Rohmat menuturkan sampai dengan saat ini, kondisi satwa di Bandung Zoo masih terlindungi dari paparan abu vulkanik karena banyaknya pepohonan yang menutupi kandang satwa.

"Sampai saat ini untuk Bandung Zoo tuh belum begitu kerasa ya terkait paparan dari abu vulkanik. Karena di Bandung Zoo tuh banyak pepohonan, mungkin masih banyak tersaring sama pepohonan ya. Tapi saya ngelihat di beberapa pohon juga masih kelihatan hijau, masih belum ada abu yang istilahnya beterbangan lah gitu ya," kata dia.

Adapun penerapan mitigasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilakukan berdasarkan pantauan pengurus satwa. Jika abu vulkanik sudah memenuhi kawasan, Bandung Zoo akan menerapkan mitigasi yang sudah disiapkan.

Sebelumnya, wilayah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam, tercatat telah menyebar ke arah Jakarta, Lampung, hingga Jawa Barat pada Senin (7/9).

Berdasarkan laporan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) sebaran pada Senin pukul 04.00 WIB, abu vulkanik terdeteksi ke arah sebaran yang berbeda.

"Abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau, terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda," demikian laporan BMKG pada Senin (7/9) pagi.

Sedangkan Sebaran 1 dengan Lapisan Rendah (permukaan 15.000 kaki/4.57 km) bergerak ke arah Tenggara hingga Barat Laut meliputi sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat dan wilayah sekitarnya.

"Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi mempengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak," demikian laporan BMKG.

Sementara itu Sebaran 2 dengan Lapisan Tinggi (permukaan 50.000 ft/15.24 km) bergerak ke arah Barat Daya hingga Barat, meliputi Samudra Hindia di sebelah Barat hingga Barat Daya Bengkulu. Lampung, dan Banten.

"Pada ketinggian ini, sebaran abu terutama berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara," lanjut BMKG.

Selain itu sebaran abu vulkanik pada Senin pagi ini diperkirakan semakin menyebar ke arah Barat.

(csr/isn)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |