Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala BNPB Suharyanto mengungkap seluas 458 hektare lahan yang terbakar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum berhasil dipadamkan.
"Kemudian ada lagi kebakaran-kebakaran di provinsi lain yang sekarang sedang terbakar ada di Kalimantan Timur di kawasan IKN itu seluas 458 hektare sedang ditangani masih belum padam," kata Suharyanto usai rapat di Mako Marinir, Jakarta, Senin (7/9).
Secara keseluruhan, Suharyanto menyampaikan ada sekitar 72.008 hektare hutan dan lahan yang terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dari keseluruhan angka itu, seluas 71,274,29 hektare sudah berhasil dipadamkan.
"Yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare," ucap dia.
Dalam rapat terpisah, Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh atas karhutla di wilayah IKN.
Ia menginstruksikan Suharyanto agar memerhatikan betul kebakaran yang mengerubungi wilayah IKN agar tidak mendekat ke wilayah vital di sana.
"Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu, itu harus diperhatikan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih, untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," ujar dia.
Karhutla belum selesai, Suharyanto menyebut jajarannya dihadapkan dengan dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia menyebut sebaran abu vulkanik itu pun menghalangi BNPB dan BMKG dalam melaksanakan operasi modifikasi cuaca lantaran pesawat dalam OMC tidak bisa melakukan penerbangan.
"Kalau memang di wilayah DKI, Banten, Lampung, Sumatra Selatan nggak bisa terbuka kita akan melaksanakan OMC-nya dari Jawa Tengah dari Semarang. Terbangnya dari Semarang, sehingga paling tidak bisa datang hujan mudah-mudahan hari ini besok sehingga bisa meluruhkan abu vulkanik yang sekarang mengganggu kehidupan kita ini bisa luruh. Karena salah satu upaya yang paling tepat untuk meluruhkan abu vulkanik adalah dengan mendatangkan hujan," ucapnya.
(mnf/isn)

1 hour ago
3

















































