Banjir 3 Hari Landa Desa Patrasana Tangerang, 890 Rumah Warga Terendam

6 hours ago 4

Tangerang, CNN Indonesia --

Banjir merendam Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang sejak Senin (8/3) hingga Rabu (11/3). Ketinggian air berkisar mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter dan merendam ratusan rumah warga.

Pantauan CNN Indonesia di lokasi, genangan air masih menutup jalan penghubung antara Desa Patrasana dan Desa Pasir Ampo. Sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya untuk melintasi jalan yang tergenang banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, air juga masih menggenangi permukiman warga yang telah terdampak banjir selama tiga hari terakhir.

Kepala Desa Patrasana Muhammad Sobri mengatakan banjir terjadi di sembilan rukun tetangga (RT), yakni RT 01, 06, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 16. Total sebanyak 890 rumah terendam.

"‎Total keluarga yang terdampak sebanyak 1.200 kepala keluarga, ada 3.000 jiwa yang terdampak banjir ini," ujar Sobri.

Dari total jiwa yang terdampak, 200 orang di antaranya mengungsi di Kantor Desa Patrasana yang dijadikan posko pengungsian darurat.

"Yang lainnya mengungsi di rumah familinya, kerabatnya, atau di tempat-tempat yang agak tinggi," jelas Sobri.

Sementara itu, seorang warga bernama Kariban mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cidurian setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

"Jadi gara-gara curah hujan yang tinggi bikin sungai Cidurian meluap dan menyebabkan banjir di sini," ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini para warga terdampak belum menerima bantuan logistik. Ada pun bantuan yang dibutuhkan antara lain, makanan, obat-obatan dan selimut.

"Selama ini belum ada, yang dibutuhin warga sih selimut, terus makanan juga sama obat-obatan," tutupnya.(dod)

(dod/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |