BMKG Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Kaltim

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menanggulangi defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.

Operasi itu dilakukan bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (TNI-AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim).

"Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya," kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo di kantor Gubernur Kaltim pada Senin (24/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengungkapkan sebaran asap karhutla umumnya bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif ke Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.

Sementara itu, data per 20 Agustus 2026 menunjukkan wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang dengan durasi terpanjang di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser yang mencatat HTH selama 28 hari berturut-turut.

BMKG menyebut cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku bagi wilayah IKN sejak Juli terus mengalami penurunan imbas El Nino. Di saat yang sama, berdasarkan pantauan BMKG, jumlah titik panas di Kaltim pada 1-23 Agustus 2026 mencapai 13.273 titik.

Budi mengatakan potensi pertumbuhan awan di Kaltim pada 23-31 Agustus berada di kategori tinggi hingga sedang, terutama di bagian utara Kaltim. Namun, terjadi penurunan potensi pertumbuhan awan pada 28-31 Agustus sehingga cuaca relatif kering di sebagian besar wilayah Kaltim.

Lebih lanjut, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara pada 24-26 Agustus.

Selanjutnya pada 27 Agustus-1 September, potensi intensitas dan sebaran hujan menurun signifikan di sebagian besar wilayah Kaltim.

Dalam pelaksanaan OMC, kata Budi, BMKG bukan hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, melainkan juga potensi hujan di wilayah sasaran.

OMC dilaksanakan di IKN pada 22-27 Agustus untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku. Hasilnya disebut terlihat dengan turunnya hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya selama dua hari terakhir.

"Kemudian, OMC di Kabupaten Berau mulai dilaksanakan pada 24-28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG," ujar Budi.

Saat ini, status penanganan karhutla di Kaltim masih berada pada level Siaga Bencana, belum meningkat menjadi Siaga Darurat.

Namun demikian, pemerintah Kaltim mengingatkan masing-masing daerah untuk mewaspadai kerawanan dan kondisi kebencanaan di wilayah sehingga bisa segera mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB jika darurat.

(isa/lom)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |