BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Wilayah Perairan Jawa Timur

6 hours ago 3

Surabaya, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini ancaman gelombang tinggi yang berpotensi menerjang sejumlah wilayah perairan Jawa Timur.

Fenomena alam yang dipicu oleh faktor cuaca ini diprakirakan bakal berlangsung selama beberapa hari hingga 11 Juni 2026. Ketinggian gelombang di beberapa titik perairan Jatim diprediksi hingga mencapai puncaknya di angka 4 meter.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan lonjakan tinggi gelombang ini dipicu oleh aktivitas angin monsun yang berembus kuat dalam durasi yang cukup panjang di atas wilayah perairan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gelombang tinggi diakibatkan angin Timuran yang kencang dan begitu lama. Angin dominan bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5-25 knot," ujar Sutarno saat dikonfirmasi, Selasa (9/6).

Berdasarkan pemetaan BMKG, wilayah perairan Jatim kini terbagi ke dalam dua zona bahaya. Wilayah yang berpotensi dihantam gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Perairan Masalembo, Perairan Bawean bagian utara dan selatan.

Kemudian Perairan Tuban, Perairan Lamongan, Perairan Gresik bagian utara, serta kawasan Madura seperti Perairan Utara Bangkalan, Perairan Utara Sampang, Perairan Utara Pamekasan, Perairan Sumenep bagian utara, Perairan Kepulauan Sapudi bagian utara, hingga Perairan Kepulauan Kangean bagian utara, timur, dan selatan.

Sementara itu, ancaman yang jauh lebih ekstrem mengintai kawasan pesisir selatan Jawa Timur. Gelombang tinggi yang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi besar terjadi di sepanjang Perairan Pacitan, Perairan Trenggalek, Perairan Tulungagun, Perairan Blitar, Perairan Malang, Perairan Lumajang, Perairan Jember, serta Perairan Banyuwangi.

Lebih lanjut, meski kondisi cuaca di atas wilayah perairan Jatim umumnya dipayungi langit cerah berawan, BMKG meminta para nelayan dan operator moda transportasi laut tidak lengah terhadap risiko keselamatan pelayaran.

Untuk menghindari kecelakaan laut, Sutarno merinci batas aman dan ambang kewaspadaan yang harus dipatuhi oleh setiap jenis armada.

Perahu nelayan diimbau untuk segera waspada apabila kecepatan angin di laut sudah menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Peringatan serupa juga berlaku bagi jenis angkutan laut berukuran besar lainnya yang melintas di zona rawan tersebut.

"Kapal tongkang dapat waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot serta tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," imbuhnya.

Sedangkan untuk kapal ferry yang membawa muatan penumpang dan logistik antarpulau, kewaspadaan penuh harus ditingkatkan apabila kecepatan angin di wilayah perairan telah menembus 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |