BNPB Minta Basarnas Bentuk Tim Khusus Data Korban Gempa Sulut-Malut

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meminta Basarnas membentuk tim khusus pendataan warga terdampak dalam bencana gempa bumi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Ia menyebut tim itu bertujuan memastikan jumlah korban selamat maupun jiwa terdata dengan akurat.

"Mungkin masih ada korban-korban lain yang perlu dicari, perlu ditemukan, perlu ditolong, ini segera juga akan dibentuk tim-tim pencarian dan pertolongan," kata Suharyanto mengutip keterangan Bakom RI, Kamis (2/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto menyebut Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memerintahkan BNPB dan instansi terkait untuk segera turun langsung ke lokasi terdampak.

Ia mengatakan Prabowo telah menerima laporan mengenai gempa yang terjadi ini dan langsung memberikan arahan agar penanganan darurat bisa dilakukan secepat mungkin.

"Dan kami sudah diperintahkan di kesempatan awal hari ini juga sudah harus berangkat ke daerah bencana," ujarnya.

Lalu, BNPB juga meminta seluruh unsur di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, hingga kementerian/lembaga berkolaborasi mengaktifkan posko tanggap darurat.

"Dari posko itu yakinkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak seperti logistik makanan, pakaian, air bersih dan sebagainya ini betul-betul bisa dipenuhi," ucap dia.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah mendata dan memverifikasi kerusakan yang terjadi akibat bencana ini, termasuk rumah warga, rumah sakit, hingga fasilitas umum lainnya.

Suharyanto menyampaikan pemerintah juga terus memperbarui sistem peringatan dini bencana dalam empat tahun terakhir, khususnya untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Ia menyebut peningkatan kapasitas peringatan dini tersebut menjadi prioritas pemerintah.

Ia menyatakan penguatan sistem ini tak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur peringatan dini di daerah rawan bencana.

Ia mencontohkan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang baru saja diguncang gempa, BPBD-nya telah dilengkapi berbagai perangkat peringatan dini.

Suharyanto menyebut sistem itu cukup efektif saat gempa terjadi pada Kamis (2/4) pagi hari.

"Laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini sirinenya berbunyi, sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi, bahkan ada potensi tsunami," ucap dia.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tsunami terdeteksi terjadi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB dan wilayah Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.

Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.

BNPB pun meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengatakan pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Abdul mengatakan hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

(mnf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |