Bandung, CNN Indonesia --
Seorang ibu yang baru melahirkan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tak dikenal.
Hal itu dialami Nina Saleha (37) warga Cimahi yang tinggal di Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Rabu (8/4).
Nina adalah pasien rujukan di RSHS. Ia melahirkan anaknya pada tanggal 1 April lalu di Rumah Sakit Unpad. Buah hati Nina kemudian dirujuk ke RSHS pada hari Minggu, 5 April lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kejadian, Nina pulang terlebih dahulu untuk mengambil keperluan bayi. Kemudian pada pagi hari 8 April, Nina mendapat kabar bayinya sudah diperbolehkan pulang oleh RSHS.
Sambil menunggu, ia dan suaminya pergi makan di luar RS. Nina mengaku tidak mengkhawatirkan bayinya di ruangan perawatan.
Ia berpikir ruangan tersebut dijaga oleh perawat. Namun, firasatnya membuat Nina kembali untuk menengok buah hatinya.
"Saya, teh, ada rasa enggak enak, perasaan. Saya balik lagi aja ke atas untuk lihat bayi," katanya saat dihubungi, Kamis (9/4).
Sesampainya di ruang tunggu, Nina mengaku kaget melihat bayinya tengah digendong oleh orang lain yang bukan perawat.
Nina mengaku emosi dan cukup histeris melihat anaknya di tangan orang tak dikenal. Ia mengambil anaknya sambil menanyakan ke orang yang menggendong bayinya itu.
"Saya tanya 'kenapa gendong bayi saya'. Terus ibu itu kayak kebingungan. Saya tahu itu bayi saya dari selimut dan pakaian yang saya siapkan," katanya.
Melihat keramaian terjadi, para perawat pun terus berkumpul. Nina menanyakan kepada para perawat itu, mengapa bayinya ada di tangan orang lain.
Nina mengaku mendapat jawaban kurang mengenakan dari petugas rumah sakit.
"Katanya saya dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, kok bisa digendong orang lain? Yah, gitu aja jawabannya," kata NIna.
Nina berujar saat mengecek ruangan bayi ia tak menemukan petugas keamanan yang berjaga. Ia mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh perawat di RSHS.
"Saya mau melapor ke polisi. Saya enggak ingin kejadian ini terulang kembali dan menimpa orang lain," kata dia.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, pihaknya akan mendalami apa yang menimpa Nina.
"Kita akan dalami apa yang menimpa ibu Nina," katanya saat dihubungi terpisah.
Disinggung apakah ada kaitannya sindikat penculikan bayi, Anton belum dapat memberikan keterangan lebih. Ia menyatakan polisi akan melakukan klarifikasi untuk mengetahui standar operasional di RSHS Bandung.
"Kita bakalan klarifikasi duku, untuk mengetahui SOP di RSHS," katanya.
Sementara itu RSHS Bandung, belum memberikan keterangan atas apa yang menimpa Nani.
(csr/wis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2
















































