Himpuh Ungkap Ratusan Jemaah Umrah Masih Tertahan di Qatar-Dubai

14 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengungkap ratusan jemaah Indonesia masih tertahan di sejumlah negara transit usai penutupan jalur udara akibat perang Iran dan AS-Israel.

Ketua Umum Himpuh Firman Taufik mengatakan kondisi jemaah yang berada di negara transit tersebut harus lebih menjadi perhatian. Firman tak mengungkap jumlah pastinya, namun mencapai ratusan.

"Terutama adalah yang perlu diperhatikan, jemaah yang posisinya berada di negara transit," ujar Firman saat dihubungi, Senin (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan, posisi jemaah di negara transit terbagi dua kategori, yakni mereka yang dalam proses keberangkatan ke Arab Saudi; dan mereka yang transit sepulang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

Menurut Firman, data Himpuh mengungkap mereka yang tertahan dalam perjalanan transit saat ini tersebar di tiga bandara, yakni Doha, Dubai, dan Abu Dhabi.

"Data yang kami terima ada jemaah kami yang berada di Qatar saat ini, namun alhamdulillah sudah difasilitasi pihak penerbangan untuk mendapat hotel," kata Firman.

Selain transit, jemaah yang tertahan sebagian juga merupakan jemaah yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Menurut Firman, jumlahnya saat ini sekitar 800 jemaah.

Namun yang juga perlu mendapat perhatian adalah jemaah yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi.

Masalahnya, kata dia, pihak penyelenggara telah mempersiapkan semua fasilitas dan akomodasi para jemaah di negara tujuan.

Namun, akibat eskalasi yang meningkat, mereka terpaksa harus menunda keberangkatan. Firman meminta pemerintah mengambil langkah solutif untuk semua pihak.

"Harapan ke pemerintah Indonesia, setelah menghimbau menunda keberangkatan Umrah, dibarengi dengan langkah konklusif mengamankan juga resiko biaya yang akan timbul kepada calon jemaah," ujar Firman.

"Kalau cuma imbauan tanpa solusi, rasanya kurang pas dengan maruah kementerian yang seharusnya selalu hadir untuk jemaah," imbuhnya.

Sementara, Ketua Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Zaki Zakaria tak mengungkap jumlah jemaah yang saat ini masih tertahan imbas penutupan jalur udara akibat eskalasi yang meningkat di Timur Tengah.

Namun, Amphuri mengimbau kepada semua pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU), untuk menyiapkan langkah mitigasi dan rencana kontingensi apabila terjadi penundaan berkepanjangan atau perubahan operasional penerbangan yang berdampak pada jadwal perjalanan jemaah.

Amphuri juga mengimbau semua PPIU, memberikan pendampingan maksimal kepada jemaah. Termasuk menjaga ketenangan dan memberikan penjelasan yang baik agar jemaah tetap merasa aman dan nyaman.

"Kami berharap seluruh anggota AMPHURI dapat mengambil langkah-langkah antisipatif dan responsif demi menjaga kualitas pelayanan serta keamanan jemaah umrah Indonesia," kata Zaky.

(thr/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |