Jakarta, CNN Indonesia --
Desi, istri dari pewarta foto ANTARA M Bagus Khoirunnas, salah satu korban dari rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, mengaku sempat mendapat informasi bahwa rombongan suaminya berencana ke Pulau Sertung.
Ia pun meminta adanya pencarian di Pulau Sertung.
Pulau Sertung terletak di sebelah barat Pulau Anak Krakatau. Pulau ini termasuk ke dalam perairan Selat Sunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat informasi dari yang mengarahkan dia, untuk yang mengasih informasi bahwa adanya kapal yang bisa menyeberang, itu kan dia nanya 'bisa enggak berhenti di Sertung, turun di Sertung bisa enggak'. Saya dari informasi itu sih yang feeling saya yang harus dicari itu ya ke Sertung itu," ujar Desi di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9) malam.
Hal ini ia sampaikan di hadapan Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad, sejumlah petugas lainnya, dan wartawan.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan akan mempertimbangkan informasi tersebut lantaran lokasinya yang dekat dengan titik erupsi. Tim, kata Al Amrad, juga perlu memerhatikan keamanan.
"Kami tidak berani juga terlalu merapat ke situ dan karena informasi dari rekan kami di lapangan menyatakan bahwa memang pada saat itu masih erupsi. Nah, dan itu kan sudah ada memang peringatan yang tidak bisa kita ini, Pak. Paling tidak safety juga yang harus kita pikirkan jadi seperti itu,"
Sebelumnya, speed boat yang membawa lim jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator Al Amrad menyampaikan bahwa delapan orang yang berada di dalam speed boat terdiri dari dua awak kapal, seorang pemandu atau guide, serta lima jurnalis.
Untuk awak kapal dalam speedboat itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal; Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) selaku guide.
Sementara untuk lima jurnalis yang ada di dalam speed boat itu yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu) serta Donal (pewarta lepas/freelance).
(mou/isn)

4 hours ago
5

















































