Kemarau Panjang, Petani Jual Bongkahan Tanah untuk Bertahan Hidup

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mendongkel bongkahan tanah (lungka) di lahan pertanian mereka untuk dijual karena tidak bisa dipakai lagi untuk bercocok tanam. Bongkahan tanah tersebut dijual karena lahan pertanian kering imbas kemarau panjang.

"Ya karena kemarau jadi para petani kan di sini dongkel lungka itu buat menunjang keseharian, ya karena tidak bisa ditanami palawija gitu," ujar salah satu petani bernama Kholiq kepada CNN Indonesia TV.

Bongkahan tanah tersebut dijual sebagai tanah uruk yang dapat digunakan untuk bahan membangun rumah. Kholiq mengatakan satu truk berisi bongkahan tanah dihargai sebesar Rp140.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kholiq mengakui keputusan untuk menjual tanah tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. Pasalnya warga khususnya petani tidak bisa lagi mengandalkan penghasilan dari hasil tanaman selama musim kemarau.

"Hasil penjualan tanah ini menjadi alternatif sumber penghasilan warga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama saat lahan kering menyebabkan gagal panen," katanya.

Salah satu sopir truk Karsim Siswandi mengatakan tanak urukan tersebut banyak dibutuhkan oleh pemilik rumah saat musim kemarau.

"Ini dibeli untuk uruk rumah karena musim kemarau itu tanahnya kan labil kayak gitu jadi diuruk lah ini," ucap Karsim kepada CNNIndonesia TV.

Lebih lanjut, Karsim mengatakan sopir truk tersebut dapat mengangkut bongkahan tanah hingga lima kali dalam sehari demi memenuhi permintaan urukan di berbagai desa.

Kekeringan yang melanda wilayah Jawa Tengah selama kurang lebih 4 bulan ini diprediksi masih akan berlangsung hingga penghujung September 2026.

(knf/dal)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |