Kata-Kata SBY soal 3 Prajurit TNI Tewas di Lebanon

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tegas menyikapi gugurnya tiga prajurit TNI dalam operasi UNIFIL di Lebanon.

Ia menekankan PBB tak boleh pilih kasih dan menerapkan standar ganda menyikapi tragedi ini.

"PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda," kata SBY dalam akun X-nya, Minggu (5/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menyatakan Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas.

Ia pun mengulas kembali salah satu kasus yang merenggut nyawa tiga orang petugas kemanusiaan PBB akibat unjuk rasa di Atambua, NTT pada 2000 silam. SBY yang menjabat Menko Polkam saat itu harus menghadiri Sidang DK PBB.

"Dengan argumentasi ini, seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini," ucap dia.

Ia juga menyatakan satuan pemeliharaan perdamaian PBB, contohnya Kontingen Garuda XXIII/S yang sedang mengemban tugas di Lebanon saat ini adalah untuk menjaga perdamaian (peacekeeping).

"Bukan peacemaking. Peacekeeper tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak pula diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran," ujar dia.

Ia menyatakan hal itu diatur dalam Chapter 6 Piagam PBB. Bukan Chapter 7 yang punya misi 'to enforce the peace', dalam arti melaksanakan tugas yang lebih keras untuk sebuah peacemaking.

SBY menjelaskan para pasukan pemelihara perdamaian ini bertugas di 'blue line' atau zona biru.

"Yang bukan merupakan daerah pertempuran atau 'war zone'," ucapnya.

SBY pun menekankan kontingen Indonesia pada hakikatnya bertugas di blue line yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Lebanon.

Namun, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar blue line kini sudah berada di war zone, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah.

Bahkan SBY menyebut pasukan Israel dikabarkan sudah maju 7 km dari blue line tersebut.

"Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung," ujarnya.

Tiga prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur. Mereka gugur akibat serangan berbeda di Lebanon, mereka ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Selain gugur, terdapat sejumlah pasukan TNI yang mengalami luka-luka.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui pada Senin (30/3).

[Gambas:Twitter]

(mnf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |