Surabaya, CNN Indonesia --
Kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, tepatnya di area layanan gizi hingga merembet ke bagian atap.
Direktur Utama RSSA dr Mochamad Bachtiar Budianto memperkirakan nilai kerugian karena kebakaran ini mencapai sekitar Rp900 juta.
"Tentang kerugian sudah kami perkirakan secara kasar Rp900 juta," kata Bachtiar, Rabu (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bachtiar mengakui ini merupakan kebakaran kedua yang terjadi di RSSA, meski dengan lokasi dan penyebab yang berbeda dari kejadian sebelumnya pada 2019 silam.
"Betul memang kebakaran ini yang kedua, hanya berbeda lokasi dan kejadian atau penyebabnya," ujarnya.
Bachtiar menjelaskan RSSA merupakan rumah sakit besar yang dibangun secara bertahap, bukan sebagai bangunan terpadu sejak awal, sehingga proses pembaruan jaringan listrik pun belum sepenuhnya rampung.
"Rumah sakit yang mohon maaf sebesar ini dan dibangun bertahap, tidak langsung dari awal bangunan terpadu kami mengakui dalam proses pembaruan jaringan listrik," ujarnya.
Bachtiar mengungkapkan saat ini pembaruan jaringan listrik baru mencapai 60 persen, sementara sisanya belum bisa dituntaskan karena layanan rumah sakit tidak bisa dihentikan secara bersamaan.
"Saat ini kami masih mencapai 60 persen dan kurang 40 persen karena memang namanya pelayanan, rumah sakit tidak bisa menghentikan secara bersamaan, sehingga bertahap," katanya.
Ia tidak menampik kemungkinan kabel lama yang belum diperbarui menjadi salah satu pemicu kebakaran, meski penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi kepolisian.
"Memang kemungkinan, ya mungkin kabel yang lama yang hangus itu memang tidak bisa kami pungkiri tetapi aktivasi dan sistem yang kami bangun serta antisipasi kode merah insya Allah sudah kami lakukan," ujarnya.
Meski demikian, Bachtiar menegaskan sistem tanggap darurat atau code red RSSA berjalan efektif sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
"Dan terbukti, aktivitas kode merah berjalan baik dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kami melokalisir kebakaran tidak merembet ke ruangan pelayanan lainnya," katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Kurniawan Hary Putranto menyebut pihaknya akan lebih dulu melakukan asesmen kelayakan konstruksi bangunan yang terbakar.
"Tentu dilakukan asesmen kelayakan konstruksi, jika memang masih ada yang bisa dimanfaatkan tentu akan dimanfaatkan," kata Kurniawan.
Namun ia menyebut, atap bangunan yang terbuat dari kayu kemungkinan besar harus diganti total beserta penyesuaian konstruksinya.
"Namun apabila tidak bisa kami harus mengingat bahwa konstruksi yang terbakar itu atap dari kayu, ini kami harus mengganti dan ada penyesuaian konstruksi," ujarnya.
Kurniawan memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar dua bulan, mengingat sejumlah peralatan juga perlu direkondisi akibat terdampak reruntuhan genting.
"Saya rasa perbaikan yang memungkinkan sekitar 2 bulan karena ada peralatan yang harus kami rekondisi, ada terdampak akibat kejatuhan genting, makanya butuh waktu melakukan sertifikasi ulang untuk kelayakan," katanya.
Ia menambahkan, sertifikasi ulang juga mencakup standar higienitas pelayanan dapur rumah sakit.
"Dan standar pelayanan higienis untuk dapur tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9) sore. Api diketahui membakar dua ruangan di area dapur atau ruang gizi serta laundry room.
Laporan kebakaran diterima Mako Damkar pada pukul 14.57 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit armada, terdiri dari empat unit water supply dan satu unit rescue kajama, dengan kekuatan 20 personel.
Saat petugas Damkar tiba di lokasi, api sudah tersebar di beberapa titik dan plafon ruangan sudah terbakar hingga roboh. Dari informasi internal RSSA, dua ruangan yang terbakar adalah dapur ruang gizi dan laundry room.
Material yang terbakar di antaranya peralatan dapur dan bahan-bahan makanan di ruang gizi, sementara di laundry room terdapat selimut dan seprai yang tergolong mudah terbakar sehingga turut memperbesar potensi api.
Api akhirnya dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 16.30 WIB. Dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut, baik korban luka maupun korban jiwa.
(frd/fra)

9 hours ago
7
















































