Jakarta, CNN Indonesia --
Menko Kumham Imipas sekaligus anggota Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Yusril Ihza Mahendra menyatakan KPRP telah memasuki tahap laporan akhir untuk dilaporkan ke Presiden RI Prabowo Subianto.
"Komite kini tinggal memfinalisasi laporan akhir pokok-pokok pikiran reformasi Polri untuk disampaikan kepada Presiden," kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (22/2).
Yusril menyebut KPRP terus-menerus membahas perbaikan citra kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembahasan itu juga mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pola rekrutmen, pendidikan, disiplin, hingga pengawasan.
KPRP sendiri merupakan bentukan Prabowo. Tim itu diisi oleh 10 orang. Pelantikan digelar pada 7 November 2025.
Tim itu diketuai oleh mantan Ketua MK periode 2003-2008, Jimly Asshidique dibantu 9 anggota lain, meliputi eks Menko Polhukam Mahfud MD. Lalu tiga eks Kapolri meliputi; Tito Karnavian, Idham Azis, dan Badrodin Haiti.
Kemudian, ada juga Penasehat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri Ahmad Dofiri, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Usai dilantik, Jimly menargetkan komisi ini dapat bekerja dengan optimal dan cepat, meskipun tak diberikan tenggat waktu kerja.
"Minimal 3 bulan itu sudah ada laporan, walaupun itu bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan," ucap Jimly.
Ia mengatakan, komite ini juga siap saling menunjang kinerja dengan tim reformasi kepolisian internal Polri yang beberapa waktu lalu dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Jimly mengatakan, tak menutup kemungkinan hasil temuan timnya akan mengubah peraturan bahkan undang-undangan jika memang dirasa diperlukan demi memperbaiki sistem.
"Artinya kita masih terbuka, nih. Jadi ide-ide untuk perubahan, perbaikan apa saja itu nanti, bilamana perlu itu terpaksa mengubah undang-undang. Gitu kira-kira," ucap dia.
Selama bekerja sejk dibentuk pada November lalu, KPRP tercatat telah melakukan audiensi dengan berbagai elemen.
Salah satunya dengan Gerakan Nurani Bangsa yang dipelopori oleh istri Presiden ke-4 RI mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.
(mnf/gil)

1 hour ago
2














































