Surabaya, CNN Indonesia --
Polrestabes Surabaya mengaku menangkap belasan orang dari massa aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat yang berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (26/6) sore hingga malam.
Saat dikonfirmasi pada malam ini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut jumlah yang diamankan masih terus dihitung. Dia mengatakan penangkapan dilakukan saat sekelompok orang telah melakukan perusakan dan pelemparan dalam aksi yang berlangsung hingga malam tadi.
"Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung," kata Luthfie kepada wartawan, Jumat malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya mencatat belasan orang bahkan hampir 20 massa aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, ditangkap aparat kepolisian.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya Fatkhul Khoir menyebut, dari belasan orang itu, baru empat di antaranya yang sudah terdata. Mereka terdiri dari dua mahasiswa dan dua pekerja informal. Salah satunya bahkan seorang perempuan.
"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan belasan orang ditangkap, sudah hampir 20 orang. Tapi yang baru berdata nama-nama sekitar ada 4 orang yang terdeteksi namanya," kata Fatkhul kepada CNNIndonesia.com, Jumat malam.
Fatkhul mengatakan, hingga kini dasar hukum penangkapan belasan massa aksi itu belum diketahui secara pasti. KontraS mengaku masih berupaya menelusuri alasan di balik tindakan aparat tersebut, sekaligus membuka diri untuk memberikan pendampingan hukum.
"Ini yang belum kita ketahui ya, mereka dasar ditangkap hari ini dasarnya apa. Kami masih coba melakukan pemantauan dan pada prinsipnya jika dibutuhkan bantuan hukum, pada intinya kami dari KontraS siap mendampingi teman-teman yang hari ini ditangkap pihak polisi," ujarnya.
Berdasarkan pantauan KontraS di lapangan, katanya, para peserta aksi yang ditangkap untuk sementara masih berada di sekitar kawasan Grahadi dan belum dipindahkan ke Polrestabes Surabaya.
Fatkhul mengaku secara langsung menyaksikan tiga orang ditangkap aparat di lokasi, meski belum bisa memastikan apakah ketiganya bagian dari massa aksi atau tidak.
Salah satu peserta aksi yang berhasil diidentifikasi KontraS berinisial P, yang diketahui ditangkap di sekitar kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Sementara itu, tiga orang lain yang juga diamankan di lokasi yang sama belum teridentifikasi nama maupun wajahnya.
Terkait ada tidaknya kekerasan terhadap massa yang ditangkap, KontraS belum dapat memastikan. Fatkhul menyatakan masih menunggu pengaduan yang lebih lengkap sebelum menarik kesimpulan.
"Kami belum tahu apakah massa yang ditangkap hari ini juga mengalami proses kekerasan, karena kami belum mendapat pengaduan secara utuh," kata Fatkhul.
Dia bilang, KontraS saat ini masih fokus pada pendataan dan pemantauan lapangan, serta menunggu laporan lanjutan melalui kanal advokasi yang mereka buka.
Polrestabes Surabaya mengaku menangkap belasan massa aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat yang berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) malam.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyebut jumlah yang diamankan masih terus dihitung. Sementara pihaknya mengaku mengerahkan 320 personel untuk mengawal jalannya unjuk rasa sejak sore hari.
Luthfie mengklaim, aparat telah memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi sejak sore. Namun situasi mulai memanas selepas waktu 18.00 WIB. Sekelompok orang melakukan perusakan dan pelemparan.
"Namun sampai setelah magrib, mereka memprovokasi dengan melakukan perusakan. Dan kita imbau untuk berhenti melakukan perusakan, tapi mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan, sehingga kita juga menilai bahwa itu selain membahayakan masyarakat, juga membahayakan keselamatan mereka sendiri," ujarnya kepada wartawan, Jumat malam.
Aparat kemudian memukul mundur massa secara bertahap dengan mengerahkan pasukan Dalmas dan Pasukan Anti Huru-hara ke Bundaran Air Mancur Balai Pemuda.
Kendati demikian, Luthfie mengklaim tidak ada korban luka dalam proses pembubaran tersebut. Ia juga menegaskan, polisi tidak menggunakan water cannon untuk membubarkan massa, kendaraan itu hanya difungsikan untuk memadamkan api yang dinyalakan saat demonstrasi.
"Insyaallah enggak ada. Insyaallah juga pendorongan kita tidak melakukan water cannon, juga hanya untuk memadamkan api. Kita dorong pelan-pelan sampai dengan kendaraan ini. Insyaallah semuanya dalam kondisi sehat," ucap Luthfie.
Sebelumnya pada Jumat petang tadi, sekitar seratusan orang dari pelbagai element masyarakat sipil, seperti mahasiswa, buruh, pelaku UMKM hingga kelompok lainnya, yang mengatasnamakan dirinya sebagai Front Anti Kapitalisme menggelar unjuk rasa #IndonesiaSekarat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Sore tadi, pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa memulai aksinya dengan melakukan longmars dari Monumen Kapal Selam di Jalan Pemuda, dan kemudian berjalan kaki menuju Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.
Saat tiba di Jalan Gubernur Suryo, massa kemudian memasang dan membentangkan spanduk berukuran besar di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).
Massa kemudian melingkar hingga menutup Jalan Gubernur Suryo, arus lalu lintas pun dialihkan. Demonstran lalu bergantian berorasi dan membakar sejumlah pakaian dan barang-barang bekas di tengah jalan.
Dan, berikut 11 Tuntutan Aksi #IndonesiaSekarat:
1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak.
5. Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.
8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
9. Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi.
(frd/kid)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2














































