Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah bom peninggalan Perang Dunia II meledak di Komplek Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Biak, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Lima orang tewas dan 19 orang terluka akibat peristiwa tersebut. Sementara 3 lainnya dinyatakan hilang.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap tiga warga Biak yang dinyatakan hilang yakni Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45) dan Abis Marandof (27).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pencarian saat ini masih dipusatkan di lini luar yakni di bagian pantai karena untuk melakukan pencarian di sekitar TKP masih dinilai belum aman," kata Ari, Senin (1/6).
Menurut dia, sekitar tempat kejadian perkara (TKP) masih dinyatakan belum aman, sehingga pencarian lebih dipusatkan di sekitar pantai.
Sementara lima jenazah korban ledakan bom telah dimakamkan pada Senin.
Pemakaman dilakukan di TPU Inggiri, Biak, diiringi isak tangis warga dan sanak keluarga korban.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan,kelima korban ledakan bom peninggalan PD II yaitu Deflin Raubaba (41 th), Moris Raubaba (24 th), Karmila Ayorbaba(25 th), Israel Raubaba (7 th) dan Isril Raubaba (5th).
Insiden itu juga mengakibatkan sembilan rumah rusak yang dihuni 10 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 55 orang.
Dari laporan yang diterima terungkap sebanyak 55 orang yang rumahnya rusak saat ini mengungsi dan ditampung di penampungan yang disediakan Pemda Biak Numfor.
"Memang sebanyak 55 orang dilaporkan mengungsi itu kini ditampung di penampungan yang disediakan Pemda Biak," kata Cahyo Sukarnito.
(antara/isn)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2














































