Jakarta, CNN Indonesia --
Sidang isbat digelar Kementerian Agama untuk menentukan awal Ramadan 1447 H/2026, Selasa (17/2). Sidang bisa dipantau melalui live streaming CNNIndonesia.com atau melalui CNN Indonesia TV.
Sidang isbat juga bisa dipantau secara langsung melalui channel Youtube CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan hilal atau bulan sabit baru sebagai tanda memasuki 1 Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat di wilayah Indonesia pada sore hari ini. Posisi hilal masih negatif atau berada di bawah ufuk setelah matahari terbenam.
Posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang digunakan Indonesia bersama negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria MABIMS tersebut menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.
Indonesia akan menetapkan 1 Ramadan 1447 melalui sidang Isbat.
Penetapan itu dilakukan Penentuan hilal untuk awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadan, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan metode hisab atau perhitungan dan metode rukyat atau pengamatan. Kemudian, ada acuan ketinggian hilal juga dapat mempengaruhi awal dimulainya Ramadan.
Hisab menggunakan hitungan numerik-matematik untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual atau rukyat hilal.
Dengan hisab, umat Islam dapat menghitung posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi, termasuk untuk menentukan bulan kamariah yang terkait dengan ibadah
Sementara itu, rukyat merupakan metode pemantauan dengan cara mengamati hilal.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat pemantauan hilal 1 Ramadan sore hari ini. Menteri Agama Nasaruddin Umar akan mengumumkan hasil sidang tersebut.
Sementara itu PP Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, besok.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta umat Islam menyikapi dengan cerdas dan tasamuh jika terjadi perbedaan awal puasa, 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026.
"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar pada Selasa (17/2).
(sur/sur)

11 hours ago
7














































