Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila saat Pimpin Upacara HUT RI

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya keliru membacakan teks Pancasila viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi saat ia memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8).

Dalam video yang beredar, Chandra yang bertindak sebagai inspektur upacara terdengar salah menyebutkan sila kedua Pancasila. Alih-alih membacakan "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", ia melafalkan redaksi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pancasila. Satu, ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, keadilan yang adil dan beradab," ucap Chandra dalam video tersebut.

Kekeliruan pada sila kedua ini membuat peserta upacara tidak serempak saat menirukan teks yang dibacakan, meskipun sila ketiga hingga kelima berhasil dibacakan dengan benar. Situasi ini turut disoroti oleh akun Instagram @Feedgramindo yang mengunggah rekaman kejadian.

"Kemudian untuk pembacaan sila ke tiga, empat dan lima, juga berlangsung secara teratur (rancak) berurutan. Akibat salah membaca tersebut, menyebabkan peserta upacara tidak kompak dalam menirukan bacaan teks. Sehingga ada yang mengucap 'kemanusiaan yang adil dan beradab', tetapi ada juga yang mengucapkan 'keadilan yang adil dan beradab', persis meniru, seperti yang diucapkan plt bupati Pati," tulis keterangan pada unggahan akun tersebut.

Klarifikasi Pemkab Pati

Menanggapi video yang viral di tengah masyarakat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pati, Sugiyono, segera angkat bicara. Ia membenarkan keaslian kejadian dalam video tersebut.

"Itu benar video asli," ujar Sugiyono saat dikonfirmasi detikJateng, Selasa (18/8).

Sugiyono menjelaskan bahwa kesalahan pengucapan itu murni disebabkan oleh menurunnya kondisi kesehatan Plt Bupati akibat padatnya rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Ia menegaskan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

"Kondisi beliau lagi tidak fit sehingga kurang fokus, tidak ada objek kesengajaan tidak ada. Ada banyak agenda (rangkaian peringatan hari kemerdekaan)," jelas Sugiyono.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pers untuk menyikapi insiden ini secara bijak demi menjaga stabilitas daerah.

"Kepada media mohon kerja sama untuk Pati kondusif dan lebih baik," tutupnya.

Selengkapnya di sini.

(gil)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |