Jakarta, CNN Indonesia --
Layanan 'dokter keluarga' diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk warga tak mampu dalam program Homecare.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan melalui program ini menjadikan Jember jadi satu-satunya daerah di Indonesia yang punya program layanan homecare.
Fawait mengatakan dengan program ini memangkas hambatan biaya transportasi dan keterbatasan fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga masyarakat miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, hingga balita stunting bisa mendapatkan akses pengobatan medis secara gratis langsung di rumah mereka," kata Fawait saat meluncurkan program ini beberapa waktu lalu.
Untuk mendukung program ini, Jember mengerahkan 50 unit Mobil Home Care yang terdiri dari 10 unit kendaraan baru dan 40 unit kendaraan dinas operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dialihfungsikan.
Setiap armada telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang medis, seperti alat pengukur tekanan darah, perangkat pemeriksaan gula darah dan kolesterol, perlengkapan pemeriksaan kesehatan dasar, serta perangkat komunikasi yang terhubung dengan sistem rekam medis elektronik.
Selain mengantar tenaga kesehatan, armada ini juga difungsikan oleh tiga rumah sakit daerah untuk mengantar pasien kurang mampu kembali ke kediamannya usai selesai menjalani perawatan.
Sebanyak 1.000 tenaga kesehatan dan teknologi telemedicine juga dilibatkan dalam program ini. Nakes yang dilibatkan terdiri dari dokter, perawat, bidan, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan masyarakat dari berbagai puskesmas yang didukung petugas administrasi dan pengemudi.
"Para petugas akan memberikan pemeriksaan rutin, perawatan luka, pemberian obat, konseling gizi, hingga pemantauan kondisi pasien secara berkala," katanya.
Untuk memaksimalkan penanganan medis di lapangan, program homecare mengintegrasikan sistem telemedicine.
Pasien yang membutuhkan konsultasi lanjutan, nakes di lapangan dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis di rumah sakit tanpa pasien harus melakukan perjalanan jauh.
Masyarakat yang membutuhkan pelayanan homecare dapat mendaftar melalui puskesmas terdekat, menghubungi kanal pengaduan Wadul Gus'e, maupun melalui Hotline Home Care setempat.
Fawait mengatakan penerapan program mobil homecare ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penanganan stunting, serta menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, humanis, dan merata bagi seluruh lapisan.
(tim/sur)

4 hours ago
6















































