Jakarta, CNN Indonesia --
PDI-Perjuangan menegaskan bahwa posisinya sebagai partai penyeimbang sesuai dengan keputusan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai.
Hal ini disampaikan Ketua DPP PDIP Said Abdullah. Menurut Said, PDIP sebagai partai penyeimbang berbeda dengan sistem oposisi yang lazim diterapkan di sejumlah negara Barat.
"PDI Perjuangantelah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai Partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara negara barat, yang menjalankan sistem oposisi," kata Said dalam keterangannya, Kamis (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said melanjutkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya telah menegaskan bahwa posisi penyeimbang mengharuskan partai bersikap objektif dalam menilai kinerja pemerintah.
"Artinya kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya bagi PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029, meskipun PDI Perjuangan tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut," ujar Said.
Sebaliknya, lanjut Said, apabila kebijakan dan kinerja pemerintah kurang optimal, PDIP menyatakan akan menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif.
"Dan dalam posisi seperti ini belum tentu juga kami mendapatkan keuntungan elektoral," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Said melanjutkan, sebagai partai penyeimbang PDIP menginginkan Presiden Prabowo dapat menjalankan pemerintahan dengan baik hingga akhir masa jabatannya sesuai konstitusi.
"Sebagai penyeimbang PDI Perjuangan menginginkan Presiden Prabowo bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai aturan main yang digariskan konstitusi kita. Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa. Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral," lanjutnya.
Menurut Said, Prabowo sendiri sangat memahami sikap dan pilihan politik yang ditempuh oleh PDI-Perjuangan. Bahkan Prabowo menyatakan terima kasih atas sikap itu, dan menganggapnya sebagai teman yang lebih jujur.
"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," kata Said.
(inh)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
4
















































