Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 100 jiwa.
"Per hari ini yang meninggal dunia ada 100, ya, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin (24/8).
Suharyanto menjelaskan bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah karena sejumlah korban luka berat yang dirawat di fasilitas kesehatan tidak berhasil diselamatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga yang semula di hari pertama [dan] hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," lanjutnya.
Lebih lanjut, jumlah pengungsi disebut cukup tinggi karena gempa susulan dengan intensitas tinggi masih kerap terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat per 24 Agustus pukul 05.00 WIB, jumlah gempa susulan telah mencapai 6.409 kejadian dengan 139 di antaranya dapat dirasakan.
Dalam 24 jam terakhir, gempa susulan juga mengalami kenaikan menjadi 721 kejadian.
"Memang kondisi ini akan berlangsung terus sampai 3 atau 4 minggu ke depan di mana menurut penjelasan BMKG kondisinya akan lebih stabil," sebut Suharyanto.
(mou/dal)

8 hours ago
6













































