Wamendagri soal Sayembara Begal KDM: Jangan Langsung Lompat ke Inovasi

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto merespons sayembara warga tangkap begal yang digelar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM).

Ia menekankan pentingnya kepala daerah untuk tetap tunduk pada koridor hukum dalam berinovasi mengatasi suatu masalah.

"Saya kira teman-teman kepala daerah harus memastikan bahwa semua berjalan dalam koridor hukum," kata Bima Arya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bima Arya menekankan pentingnya koordinasi antara Pemda dengan aparat penegak hukum.

Ia berpendapat salah satu upaya menekan permasalahan begal itu merupakan penguatan gelar patroli oleh aparat penegak hukum.

Bima Arya mengatakan gelar patroli itu memberikan kesan bahwa pemerintah daerah hadir langsung di lapangan.

"Jadi jangan langsung melompat menurut saya ke inovasi-inovasi yang lain," ujarnya.

Dedi Mulyadi menggelar sayembara bagi warganya yang berhasil menangkap pelaku begal, copet, jambret, hingga pelaku kejahatan jalanan.

Ia mengatakan, hadiah uang sengaja disiapkan sebagai pemicu agar masyarakat lebih aktif menjaga keamanan lingkungan, bukan untuk mendorong aksi main hakim sendiri.

Dedi mengatakan, hadiah senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta hanya akan diberikan kepada warga yang memenuhi syarat ketat.

Ia menegaskan bahwa pelaku harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismano menyambut positif sayembara itu. Ia menilai sayembara itu merupakan pemberi motivasi agar warga turut bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Belakangan, ide itu menuai kritik. Salah satunya dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Usman menyatakan sayembara itu justru berisiko melegitimasi tindakan main hakim sendiri di lapangan.

Ia menyatakan tugas itu merupakan tanggung jawab Gubernur dan Kapolda Jabar untuk menjaga keamanan dan ketertiban hukum dengan meminta masyarakat ikut terlibat dalam menindak aksi begal.

Usman pun mengatakan sebaiknya Gubernur dan Kapolda Jabar fokus pada tugasnya dengan menambah patroli, CCTV terintegrasi, perbaikan penerangan jalan rawan begal, percepat respons laporan, dan usut tuntas jaringan penadah begal.

(mnf/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |