Abdul Mu'ti Klarifikasi Soal SD Dapat Smart Board Tapi Tak Ada Listrik

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan terkait Sekolah Dasar (SD) yang viral di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena mendapat fasilitas Smart TV tetapi tidak ada listrik.

Mu'ti menyebut video yang beredar di media sosial itu tidak tepat. Dalam video, benda yang diduga Smart TV sebenarnya merupakan Papan Interaktif Digital (IFP).

Menurutnya, IFP ruang kelas pada video viral itu tidak berfungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khusus berita yang viral, tentang sebuah SD negeri di NTT itu sesungguhnya yang beredar di media sosial itu tidak akurat. Karena sebenarnya SDN itu memiliki beberapa ruang kelas, yang lainnya masih berfungsi. Jadi yang di video itu yang tidak berfungsi, yang rusak, tapi kelas yang lainnya itu berfungsi. Dan IFP-nya juga berfungsi, Mas. Yang di video yang sedang tidak berfungsi, yang kelas yang lain berfungsi," kata Mu'ti saat tanya jawab di Rapat Kerja Komisi X DPR RI pada Senin (21/9).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki empat komitmen dalam program digitalisasi terhadap sekolah-sekolah. Empat komitmen tersebut adalah pemberian Papan Interaktif Digital (IFP), pelatihan guru, pemberian laptop, dan pemberian akses jaringan.

"Yang pertama pemberian IFP-nya. Yang kedua pelatihan gurunya, jadi gurunya kita latih. Yang ketiga itu pemberian laptop. Kemudian yang keempat itu akses jaringan. Nah, itu empat. Nah, setengahnya itu, jaringan itu ada dua, jaringan internet dan jaringan listrik," ucap Mu'ti.

Untuk sekolah yang belum ada jaringan internet, Mu'ti menjelaskan akan menjangkau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui layanan internet berbasis satelit (starlink).

"Internet yang belum ada kami bantu melalui Starlink, dan itu sudah kami lakukan di daerah-daerah 3T, yang karena harganya sangat bisa terjangkau dan sudah kami lakukan," kata Mu'ti.

Mu'ti juga menyampaikan bagi sekolah yang belum tersedia listrik, maka akan dilakukan dua skema. Pertama melalui panel surya, kedua melalui pembangunan jaringan baru dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kami sudah ada pembahasan dengan PLN untuk pembangunan jaringan ini, sehingga insyaallah ke depan itu bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Dalam rapat itu, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Bonnie Triyana menyinggung soal SDN Mboeng di NTT yang menerima smart board tetapi di sisi lain tidak memiliki listrik pada bangunan sekolahnya sendiri.

Ia juga menyebut jika smart board tidak dapat digunakan maka lama-kelamaan akan rusak.

"Kemarin viral, tentang sebuah sekolah di NTT, SDN Mboeng yang menerima smartboard tapi ternyata sekolahnya nggak ada listriknya, dapat smart board nggak bisa terpasang, mungkin kalau terlalu lama dia akan rusak," kata Bonnie.

Sebelumnya, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch. Salim Somad sempat mengatakan akan dilakukan proses revitalisasi pada SDN Mboeng tahun ini.

Ia menambahkan, pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memastikan kebutuhan perbaikan yang diperlukan.

"Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat," kata Salim dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Terkait bantuan Smart TV yang diterima SDN Mboeng, Salim menyebut bahwa bahwa berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), sekolah itu tercatat memiliki sumber listrik.

Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.

(knf/fra)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |