Cerita Keluarga: Sutrimo Disuruh Kembali ke Jakarta, Diiringi 2 Orang

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian melakukan serangkaian proses untuk menangani kasus misteri temuan jasad pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo di Jakarta Selatan (Jaksel).

Sebelum ditemukan tewas dalam kondisi mulut berbusa di sebuah klinik di Jakarta Selatan, Sutrimo sempat pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah. Diduga dia kemudian telah dipersiapkan tiket untuk kembali ke Jakarta, dan ada dugaan dua orang mendampingi saat kembali ke ibu kota negara tersebut.

Hal itu diungkap kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, saat dihubungi wartawan via telepon, Senin (10/8). Aan bercerita berdasarkan keterangan pihak keluarga, Sutrimo pulang ke kampung halamannya setelah penggeledahan rumah Febrie oleh tim gabungan kepolisian pada 8 Juli lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia pulang pada saat sehari setelah penggeledahan. Emang disuruh pulang sama bosnya (Febrie Adriansyah) katanya," kata Aan dikutip dari detikJateng.

Saat masih berada di Banyumas itu, kata Aan, diduga Febrie menelepon Sutrimo untuk memintanya kembali ke Jakarta. Saat itu, sambungnya, Sutrimo sempat menyampaikan dirinya tidak punya uang untuk membeli tiket.

Namun, menurut keterangan yang diterima Aan, Febrie kemudian mengatakan tiket sudah disiapkan dan uang telah ditransfer. Sutrimo juga disebut akan ditemani dua orang dari Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah.

"Nah dia pulang memang ditelepon sama Pak Febrie. Pengakuan dari salah satu saksi, bosnya telepon. Intinya, 'kamu pulang saja (ke Jakarta), karena aku ini lagi kalau mau cerita sama siapa' gitu. Sutrimo menyampaikan, 'saya nggak punya uang, Bos'. Lalu dijawab 'tiket sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, dan nanti kamu ditemani dua orang dari Stasiun Purwokerto'," ujarnya.

Aan mengatakan, Sutrimo kemudian kembali lagi ke Jakarta sebelum 19 Juli 2026. Namun, tanggal pastinya belum dapat dipastikan karena sebagian riwayat percakapan WhatsApp di ponsel keluarga hilang.

"Pokoknya sebelum tanggal 19, 18 atau 19, saya nggak pasti karena saya lihat WA-nya mulai 19," jelasnya.

Misteri dua orang

Terkait dua orang yang disebut mengiringi Sutrimo mulai Stasiun Purwokerto, Aan mengatakan sejauh ini pihak keluarga belum mendapatkan informasi yang jelas. Identitas dua orang itu, kata dia, masih buram. 

Orang yang menemani Sutrimo disebut berasal dari Cilacap. Namun, Aan belum mengetahui secara pasti siapa mereka dan apa tujuan keberangkatan bersama Sutrimo.

"Bilangnya orang dari Cilacap. Entah orang dari Cilacap itu orang mau kerja di Jakarta bersamaan, kita enggak tahu," katanya.

Keluarga juga tidak mengetahui secara pasti berapa banyak orang yang bekerja di rumah Febrie. Namun, Aan memperkirakan jumlahnya cukup banyak berdasarkan foto yang dikirim Sutrimo.

Dalam salah satu foto yang dikirim pada 23 Juli, terlihat sejumlah sepeda motor di sekitar lokasi. Aan menduga kendaraan tersebut merupakan milik para pekerja.

"Di foto yang dikirim itu ada motor-motor pegawainya juga. Jadi pasti banyak orang," katanya.

Petunjuk dari WA terakhir

Aan mengatakan komunikasi via WhatsApp (WA) yang masih tersisa menjadi salah satu petunjuk untuk melihat aktivitas Sutrimo setelah kembali ke Jakarta.

Dalam percakapan via WA mulai 19- 23 Juli 2026, Sutrimo disebut masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan, dia masih mengirim foto kepada keluarganya saat berada di sekitar rumah Febrie.

"Yang dia tunjukkan sedang berada jaga rumah Bapak Febrie, yang masih ada bisa dipulihkan," kata Aan.

Menurut Aan, selama periode tersebut tidak ditemukan percakapan yang menunjukkan Sutrimo sedang mengalami masalah kesehatan.

"Kalau dilihat dari postingan tanggal 19, happy-happy saja. Tidak ada keluhan sakit atau apa," ujarnya.

Padahal, sebelumnya Sutrimo memang disebut sempat mengeluhkan kakinya yang bengkak karena memiliki riwayat diabetes. Keluhan itu disampaikan sebelum dia kembali ke Jakarta.

Aan mengatakan kondisi tersebut membuat keluarga kemudian mempertanyakan informasi mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Aan menegaskan informasi tersebut masih berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga. Keluarga berharap hal itu dapat terungkap apabila ponsel Sutrimo berhasil dipulihkan dan diperiksa.

"Karena kita juga tidak ada yang menyaksikan. Itu saja," ujarnya.

Aan mengatakan, pihak keluarga kini masih menunggu pemulihan data pada ponsel Sutrimo. Sebab, riwayat komunikasi sebelum 19 Juli 2026 disebut sudah tidak ada, sementara data yang tersisa hanya percakapan pada 19-23 Juli.

"Ini makanya lagi dipulihkan oleh kepolisian," kata dia.

Sebelumnya diberitakan teka-teki kematian Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) masih belum diketahui.

Pihak keluarga, awalnya tidak menaruh kecurigaan apa pun saat menerima jenazah almarhum. Namun, belakangan keluarga mulai mempertanyakan sejumlah kejanggalan, mulai dari dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, hingga ponsel dan barang pribadi yang disebut tak kunjung dikembalikan.

Aan mengatakan pihak keluarga pada awalnya menerima jenazah dalam kondisi sudah dikafani dan dibersihkan sehingga tidak melihat adanya sesuatu yang mencurigakan.

"Pertama memang pada saat mereka terima mayat, memang mayat sudah dikafani, sudah bersih, dan tidak ada yang mencurigakan," kata Aan saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/8).

Namun, belakangan kecurigaan muncul sehingga pihak keluarga pun melaporkan dugaan kematian tak wajar itu ke polisi di Banyumas yang lalu diteruskan ke Polda Metro Jaya.

Sebagai salah satu proses, kepolisian akan melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8) mendatang.

Sebagai informasi, ekshumasi adalah proses penggalian atau pembongkaran kembali makam atau kuburan untuk mengangkat jenazah yang sudah dikubur. Proses itu dilakukan untuk memastikan kembali kasus kematian yang dianggap janggal.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |