Lampung, CNN Indonesia --
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek pembangunan Jembatan Way Bungur yang menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7).
Jembatan tersebut sebelumnya mangkrak sejak tahun 2016 dan menjadi sorotan setelah viral warga dan pelajar harus menyeberangi derasnya arus sungai menggunakan perahu klotok tanpa menggunakan alat pengaman.
Kunjungan itu menjadi bagian dari pemantauan proyek infrastruktur nasional (PSN) yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur strategis tersebut, berjalan sesuai dengan rencana.
Dalam kunjungan di Bumi Tuwah Bepadan (Lampung Timur), Gibran didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kajari Lampung Timur, Dandim 0429 Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur.
Untuk mencapai lokasi melihat proyek pembangunan jembatan secara menyeluruh, Gibran bersama rombongan menaiki perahu klotok menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi pembangunan jembatan.
Dari jalur perairan itu, Gibran melihat langsung perkembangan konstruksi jembatan sekaligus mendengarkan paparan dari pihak terkait (PUPR) mengenai tahapan pekerjaan jembatan yang sedang berlangsung.
Dalam penjelasan yang diterima, progres pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih, hingga saat ini masih terus berlangsung di mana ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.
Pembangunan Jembatan Way Bungur di Desa Tanjung Tirto ini, diproyeksikan menjadi akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Timur. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, memangkas waktu tempuh, serta memudahkan distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Saat meninjau lokasi, Gibran merasa prihatin melihat kondisi anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk berangkat ke sekolah. Kondisi itu sangat berbahaya, terutama ketika musim hujan dan juga tidak menggunakan alat pengaman.
Gibran mengatakan, peninjauan ini merupakan bagian dari agenda pemantauan proyek strategis nasional (PSN). Pemerintah ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya di lokasi, Rabu (15/7).
Kemudian ia juga memastikan, jembatan darurat akan rampung dalam dua pekan ini atau akhir Juli 2026. Dengan begitu, kendaraan roda dua sudah dapat melintas sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
"Jembatan daruratnya dua minggu lagi selesai. Paling tidak, sepeda motor sudah bisa lewat dulu sehingga anak-anak pelajar tidak perlu menyeberang sungai pakai perahu lagi," kata dia.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan permanen juga akan segera dilakukan. Namun, proyek tersebut membutuhkan sinergi antar pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam hal penyelesaian persoalan teknis maupun pembebasan lahan.
"Segera dibangun untuk jembatan permanennya. Tapi pembangunannya butuh sinergi dengan kepala daerah. Urusan teknis, nonteknis, dan pembebasan lahan. Jadi daerah harus proaktif," katanya.
Usai meninjau pembangunan jembatan, Gibran menyapa warga yang telah lama menunggu di lokasi. Pada kesempatan itu, Ia membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan juga membagikan kaos kepada masyarakat yang memadati lokasi penyambutan.
Kehadiran Gibran disambut antusias warga yang ingin melihat langsung dan juga riuh tepuk tangan mengiringi langkah Wapres di lokasi peninjauan.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan juga perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerahnya. Menurutnya, kunjungan Wapres ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mempercepat penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami sangat berterima kasih sekali atas perhatian Bapak Wapres. Kehadiran beliau (Wapres), menjadi motivasi dan bukti nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur daerah, pelestarian budaya serta kesejahteraan masyarakat Lampung Timur," ujarnya.
"Kami Pemkab Lampung Timur untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan yang merata serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Ia berharap, pembangunan Jembatan Way Bungur dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah maupun mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Timur.
"Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan yang merata, pelayanan masyarakat semakin baik, dan kemajuan daerah dapat dirasakan langsung,"pungkasnya.
Setelah meninjau pembangunan jembatan, Gibran beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke MTs Muhammadiyah I Way Bungur, serta meninjau lahan pertanian singkong di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana.
Selain itu, mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik. Di lokasi tersebut, Gibran dijadwalkan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh budaya Lampung.
Situs Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo tersebut, menjadi perhatian pemerintah pusat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan edukasi.
(zai/isn)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4

















































