Jakarta, CNN Indonesia --
Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut fenomena kebakaran berulang yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, DIY adalah kasus khusus.
Penyematan kasus khusus ini berkaitan dengan kesimpulan sementara dari tim pakar UGM yang mensinyalir bahwa munculnya api berasosiasi dengan temuan gas hidrogen (H2) di lokasi.
Gas hidrogen ini diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam. Sebagai informasi, keluarga Fia memang membuka usaha pemotongan ayam di rumah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi yang juga tergabung PKPE mengatakan, secara terus terang timnya belum memiliki jawaban komprehensif mengapa fenomena semacam ini tidak terjadi di tempat limbah pemotongan ayam lainnya.
Asumsi timnya sejauh ini, gas hidrogen ini kemungkinan lahir dari limbah organik berupa campuran kotoran, sisa air dan darah, bulu-bulu ayam yang juga mengindikasikan sumber senyawa lain yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar, yakni gas fosfin (PH3).
Apalagi, tempat penampungan limbah organik pemotongan ayam ini sudah bertahan selama 16 tahun dan kabarnya sesekali dibersihkan.
"Kalau model pengelolaan limbah tempat lain kami belum komparasikan ada kasus yang sama. Kalau yang kami dapatkan bahwa di tempat lain tidak terjadi malah. Artinya, menurut kami sekali lagi seperti pertanyaan sebelumnya ada kasus khusus," kata Sarju ditemui di Kantor Kecamatan Seyegan, Sleman, DIY, Kamis (4/6).
"Jadi kalau bicara komparasi, justru komparasinya menunjukkan bahwa ini kasus khusus, tidak dijumpai di tempat lain," sambungnya.
Namun, Sarju bilang, fenomena serupa secara ilmiah dapat ditemui di daerah bekas lokasi pembuangan sampah yang dulunya menampung banyak material organisme, macam hewan mati, tulang, termasuk daerah kuburan. Fenomena gas fosfin memicu gas hidrogen terbakar bisa terjadi di area dengan konfigurasi seperti ini.
"Nah itu yang bisa jadi referensi, itu yang referensi kami. Tapi, kalau kejadian di tempat pemotongan ayam di Indonesia kami kok belum menemukan. Yang banyak kasusnya kan septic tank yang banyak metana (CH4), kemarin ada kecenderungan seperti itu maka teman-teman Gegana mengukur metana. Tapi sekarang septic tank sudah dikuras, disedot, dibersihkan, tapi (api) tetap keluar itu juga memperkuat. Dari kami suspeknya adalah confirmed adalah hidrogen," paparnya.
Mengapa baru kejadian sekarang?
Sarju menerangkan, terbentuknya gas hidrogen dari limbah organik ini tergantung aktivitas mikrobakteri anaerob, yakni Clostridium. Semakin banyak jumlahnya, maka semakin cepat kemampuan produksinya.
"Sebenarnya pembentukannya tidak dalam waktu yang sangat lama ya, apalagi ini sudah 16 tahun ya (penampungan limbah), waktu yang sangat memungkinkan," ucapnya.
Asumsi Sarju, gas hidrogen ini baru keluar sekarang kemungkinan karena aktivitas mikroorganisme sudah optimal. Kapasitas gas hidrogen disinyalir sudah mencapai puncaknya, sehingga akhirnya merembet keluar dan melayang di udara.
"Ini sudah sampai puncaknya, sehingga gas cukup banyak dan bisa keluar. Keluarnya menurut kami juga tidak sporadis di satu tempat dan terus-menerus. Jadi menurut kami ini ada aktivitas bakteri yang cukup peak," ujarnya.
Oleh karena itu pula, tim PKPE UGM menelurkan sejumlah rekomendasi guna meminimalisir kejadian kebakaran di rumah Fia.
Salah satunya adalah, Tim UGM akan membantu melakukan penjenuhan cairan basa (air kapur) pada tanah dan lantai rumah, untuk menekan kemungkinan adanya bakteri Clostridium yang berperan dalam menghasilkan gas hidrogen.
Teror api misterius di kediaman Fia ini sudah berlangsung selama hampir dua pekan. Terhitung kejadian api secara tiba-tiba membakar benda di dalam rumah sudah sebanyak 97 kali per hari ini.
Bahkan, sejak dua hari lalu sebaran titik api meluas hingga ke area bangunan ruko yang dipakai Fia sekeluarga mengungsi. Lokasi ruko ini ada di sebelah utara kediaman Fia. Keluarga Fia telah memetakan setidaknya lebih dari 65 titik api sejak kejadian ini muncul.
(kum/dal)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
5















































