Rapat di DPR, Ibu Ungkap Fandi ABK Curiga Kardus Sabu Berisi Bom

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Nirwana, ibu Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) Sea Dragon yang dituntut hukuman mati mengungkap cerita bahwa anaknya sempat mengira kardus sabu yang dia bantu angkut ke kapalnya berisi bom.

Cerita itu disampaikan Nirwana saat menghadiri audiensi di Komisi III DPR, Kamis (26/2). Dia hadir bersama suami, tim kuasa hukum, dan advokat senior Hotman Paris Hutapea.

"'Ini tak betul lagi, masa kapalnya bawa ini, kotak-kotak, ini tak betul lagi. Mana tahu isinya bom'," ujar Nirwana dalam rapat sambil menirukan cerita anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Nirwana bercerita kronologi Fandi menjadi ABK dan awal keberangkatan kapal Sea Dragon dari Thailand. Dia juga mengungkap awal kecurigaan Fandi terhadap kardus-kardus yang dia bantu angkat di tengah perjalanan.

Menurut Nirwana, Fandi semula melamar untuk menjadi ABK pada sebuah kapal cargo di Thailand. Namun, setelah sekitar tiga hari menunggu di Thailand, kapten kapal kemudian mengabari ada perubahan kapal dari cargo menjadi tanker yang memuat minyak.

Beberapa hari kemudian, Nirwana mengaku mendengar Fandi telah tertangkap saat penggerebekan kapal tanker di Karimun atas dugaan penyelundupan narkoba.

Padahal, kata Nirwana, anaknya sejak awal tak tahu menahu kapal tersebut mengangkut narkoba. Menurut dia, Fandi sempat bertanya ke salah satu teman ABK, saat diminta kapten kapal mengangkut kardus-kardus sabu ke kapal.

Sambil menirukan percakapan anaknya, Nirwana bilang bahwa Fandi sempat curiga dengan masuknya kardus-kardus ke kapal yang membawa minyak.

"'Begitu saya angkat, saya udah enggak enak. Saya bilang sama kawan, kok ini barangnya, tapi kita mau bawa minyak. Kalian enggak curiga?' 'kenapa, Ndi?' 'ini tak betul lagi, masa kapalnya bawa kotak-kotak'," ujar Nirwana meniru cerita Fandi.

Sementara, menurut Hotman, cerita Fandi tersebut telah diakui kapten kapal dalam sidang kasus tersebut di PN Batam.

"Dan itu dalam persidangan, ucapan anak ibu diakui si kapten. Ditanya di sidang, si kapten maupun wakilnya mengakui memang si anak ini bertanya, ini apa?" Ujar Hotman.

Namun, kata Hotman, kapten kala itu menjawab bahwa kardus tersebut berisi emas dan uang, meski dia meragukan pengakuan kapten tersebut. Sebab, kata Hotman, dengan sabu senilai Rp4 triliun, mustahil kapten kapal tak tahu atau mengetahui barang yang ia bawa.

"Jadi bagaimana mungkin Rp4 triliun, dia tidak tahu dipercaya oleh si pemilik kapal," ujar Hotman.

(thr/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |