Sempat Kukuh Tatap Muka, Sekolah di Tangerang Putuskan PJJ 3 Hari

10 hours ago 11

Tangerang, CNN Indonesia --

Setelah sempat mengeluarkan edaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa PAUD/TK, SD, SMP negeri dan swasta di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang secara luring atau tatap muka, Dinas Pendidikan akhirnya mengalihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (7/9) imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, penerapan PJJ untuk tahap awal berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu (9/9).

"Sebagai tahap awal, pelaksanaan PJJ berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu, 9 September 2026. Selama periode tersebut, proses pembelajaran tetap berjalan dengan memanfaatkan metode pembelajaran dari rumah sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan," ujar Wahyudi, Minggu (6/9) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudi meminta seluruh sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan selama penerapan PJJ. Guru dapat memberikan materi, tugas, maupun pendampingan kepada siswa melalui sarana pembelajaran yang selama ini digunakan masing-masing sekolah.

Menurutnya, penerapan PJJ merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk melindungi peserta didik selama sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian.

"Dengan pembelajaran dilakukan dari rumah, aktivitas siswa di lingkungan sekolah dapat dikurangi sementara waktu selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan, PJJ juga diberlakukan bagi siswa mulai Senin hingga Rabu (9/9).

"Melaksanakan PJJ mulai 7-9 September 2026. Seluruh Kepala TK, SD dan SMP agar mengimbau seluruh siswa, guru, dan staf memakai masker saat berangkat atau pulang dan beraktivitas di luar ruangan," kata Supriyadi dalam surat edarannya.

Selain itu, Supriyadi meminta setiap kepala sekolah memastikan ketersediaan sarana pendukung kesehatan di lingkungan sekolah. Di antaranya menjaga kebersihan sarana kesehatan, memastikan ketersediaan air bersih dalam kondisi tertutup, tempat cuci tangan, serta obat atau tetes mata.

Di antaranya menjaga kebersihan sarana kesehatan, memastikan ketersediaan air bersih dalam kondisi tertutup, tempat cuci tangan, serta obat atau tetes mata.

"Kepala sekolah agar berkoordinasi cepat dan pantau terus informasi resmi BPBD/BMKG dan segera laporkan ke Dinas Pendidikan jika terdapat kondisi darurat di sekolah," ungkapnya.

(dod/dal)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |