Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan tenda untuk jadi tempat tinggal sementara usai diguncang gempa magnitudo 7,7. Warga takut kembali ke rumah karena gempa susulan terus terjadi, termasuk gempa magnitudo 6,0 yang terjadi Kamis (20/8) pagi.
"Orang-orang ini sudah tidak lagi melihat rumah sebagai tempat yang nyaman. Karena rumah bukan lagi sebagai tempat yang nyaman, maka yang paling dibutuhkan itu adalah tenda darurat. Orang akan tinggal di sekitar rumah yang lahan kosong," kata Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Lexy Armanjaya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lexy mengakui bantuan makanan seperti mie instan dan telur memang sudah berdatangan. Namun, ia menyatakan bahwa tenda sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh warga setempat untuk perlindungan sementara dan sebagai antisipasi hujan.
"Tenda darurat dalam jumlah banyak. Itu harus bisa jumlahnya seperti orang membawa bantuan beras atau mie," kata Ketua Fraksi Demokrat ini.
Lebih lanjut, ia menyatakan stok tenda di wilayah Ruteng bahkan sudah habis usai sempat dijual dengan harga yang melambung jauh.
Warga ketakutan
Tak hanya itu,Lexy mengungkapkan banyak warga yang ketakutan karena hari ini gempa susulan berkekuatan kecil dan besar masih sering terjadi.
"Soal gempa itu hampir sering lah, ya, barusan lagi baru gempa besar. Tadi pagi jam 7 gempa besar, jam 5 gempa besar. Jadi, ya, banyak ketakutannya orang-orang ini," ujar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan di wilayah NTT akan masih berlangsung hingga 21 sampai 30 hari ke depan.
Gempa susulan terus mengguncang wilayah Flores, NTT seusai gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu. Hingga hari ini tercatat 3.422 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 6,2.
"Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock) dengan magnitudo terbesar M 6,2," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya, Kamis (20/8/).
Pemerintah dilaporkan telah mengirimkan 253 ton logistik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT hingga Rabu (19/8). Bantuan logistik ini meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan bantuan lainnya.
(mou/dal)

5 hours ago
8

















































