Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan kedaulatan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wiyagus saat membuka Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan di Aula Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (7/4).
Menurut Wiyagus, Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang mencerminkan wajah Indonesia di mata dunia. Ia menyebut daerah tersebut bukan sekadar titik geografis, melainkan representasi kewibawaan bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabupaten Sambas bukan sekadar titik geografis di peta Indonesia. Sambas adalah 'etalase kedaulatan'. Apa yang tampak di Sambas adalah cermin yang memberikan impresi kepada dunia tentang kewibawaan Indonesia," katanya.
Wiyagus menilai penguatan wilayah perbatasan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ideologi, stabilitas sosial, serta kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
"Kita tidak bisa membiarkan perbatasan kita menjadi ruang yang rapuh terhadap pengaruh luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa," terangnya.
Dalam konteks tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, termasuk dai, dalam memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
"Peran dai di era modern ini harus bertransformasi secara multidimensional," tambahnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, dai tidak hanya sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga agen pemberdayaan, penguat ketahanan sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Karena itu, masyarakat perbatasan perlu memiliki spiritualitas yang kuat sekaligus mentalitas unggul dalam mengelola potensi wilayahnya.
"Agama harus hadir sebagai solusi nyata atas persoalan kesejahteraan dan ideologi masyarakat," ujarnya.
Wiyagus berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan dalam memperkuat ekonomi lokal, menjaga ketahanan ideologi, serta meningkatkan kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Sambas.
"Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Kabupaten Sambas," tandasnya.
Adapun acara tersebut turut dihadiri Bupati Sambas Satono; Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom; Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli; Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman; serta pembicara internasional dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.
(ory/ory)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5













































