Jakarta, CNN Indonesia --
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih pekat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) seperti Banjarbaru dan Banjarmasin, terutama pada pagi hari.
Merespons hal tersebut, Polresta Banjarmasin menggelar salat Istisqa. Jemaah memohon hujan segera turun di Kalsel agar tak ada lagi karhutla yang menyisakan kabut asap.
"Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan," ujar Kapolresta Banjarmasin, Kombes Riza Muttaqin, Rabu (19/8) dikutip dari detikKalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riza mengatakan salat Istisqa digelar sebagai salah satu ikhtiar atas kemarau dan karhutla yang hampir setiap hari melanda beberapa kawasan di Kalsel. Pihaknya juga melakukan edukasi mendasar pada masyarakat terhadap situasi saat ini.
"Selain ikhtiar langit, kami juga terus melakukan upaya di lapangan seperti edukasi karhutla dan termasuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak," kata Riza.
Saat ini, di Kalimantan Selatan terkhusus di Banjarbaru dan perbatasan Tanah Laut, kebakaran hutan dan lahan cukup sering terjadi. Dampaknya, kabut asap menyelimuti daerah terdekat seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut hingga Tanah Bumbu.
Kabut asap yang tebal mengganggu jarak pandang pengendara serta mengakibatkan sakit tenggorokan. Selain di Polresta Banjarmasin, salat istisqa juga digelar di lapangan terbuka Brimob Banjarbaru, dan beberapa Polres Jajaran Kalsel lainnya.
Mengutip dari Antara, Pemprov Kalsel juga membasahi kawasan hutan lindung di Jalan Makmur, Banjarbaru menggunakan empat unit pompa yang dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga kelembapan lahan guna mencegah karhutla.
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel Herry Ade Permana di Banjarbaru, Selasa (18/8), mengatakan air dari jaringan irigasi dan saluran pembuang dialirkan menuju kawasan hutan lindung, kemudian diteruskan petugas Dinas Kehutanan secara estafet untuk membasahi area yang membutuhkan.
Dia menyebutkan pembasahan kawasan rawan karhutla sebenarnya telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui pembukaan pintu pengatur air di BRK 9 Cinde Alus dengan debit sekitar 0,47 meter kubik per detik untuk mempertahankan suplai air menuju kawasan Guntung Damar hingga sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Hasil pemantauan terbaru, kata dia, kawasan hingga ujung Guntung Damar masih basah, termasuk area ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor yang menjadi indikator suplai air melalui pembasahan berkelanjutan masih mampu menjaga kelembapan kawasan tersebut menjelang puncak musim kemarau.
Dia mengatakan pengendalian air di kawasan tersebut juga telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya melalui pembangunan sejumlah pintu pengatur atau tabet pada jaringan saluran di sekitar hutan lindung yang kini kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembasahan selama musim kemarau.
"Kami menyiapkan infrastruktur dan debit air untuk pembasahan. Itu yang selama ini menjadi keterlibatan PUPR dalam penanganan karhutla," ujar Herry.
Kualitas udara buruk
Sementara itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kualitas udara di Banjarbaru yang mencapai kategori Berbahaya atau sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5, pada Rabu pagi.
Mengutip dari Antara, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita dan masuk kategori Berbahaya, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut.
Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak dini hari dan kondisi udara memburuk hingga mencapai tingkat ekstrem pada pagi hari, seiring kondisi atmosfer yang kering dan tidak adanya hujan di wilayah Kalimantan Selatan selama periode pengamatan 24 jam.
Johannes mengatakan kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama karena konsentrasi partikulat halus telah mencapai level yang berpotensi membahayakan kesehatan. Dia bilang BMKG memantau peningkatan konsentrasi PM2.5 tersebut berkaitan dengan kondisi asap karhutla yang berada di sekitar wilayah terdampak, sementara kondisi kering menyebabkan partikulat dan asap lebih mudah bertahan di udara.
BMKG mengklasifikasikan kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 menjadi Baik pada 0-15,5 mikrogram per meter kubik, Sedang 15,6-55,4 mikrogram per meter kubik, Tidak Sehat 55,5-150,4 mikrogram per meter kubik, dan Sangat Tidak Sehat 150,5-250,4 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi PM2.5 di atas 250,5 mikrogram per meter kubik masuk kategori Berbahaya, sehingga angka 389,4 mikrogram per meter kubik yang tercatat di Banjarbaru menunjukkan kualitas udara berada jauh di atas ambang kategori tersebut.
Johannes menyampaikan kondisi kering juga terpantau di seluruh wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan curah hujan Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel pada 18 Agustus pukul 07.00 Wita hingga 19 Agustus 2026.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, agar selalu menggunakan masker standar dan mengurangi paparan langsung terhadap udara luar ketika konsentrasi PM2.5 berada pada tingkat tinggi untuk mengurangi risiko paparan partikulat halus.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/tim/kid)

3 hours ago
6

















































