Nenek 84 Tahun Bertahan Hidup Usai 4 Hari Tertimbun Runtuhan Gempa NTT

4 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang nenek usia 84 tahun, Paulina Pobi, warga Desa Nitunglea, Pulau Palue, Sikka berhasil dievakuasi setelah empat hari tertimbun reruntuhan rumah imbas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8) lalu.

Menurut Kapolres Sikka, AKBP. Bambang Supeno, korban berhasil dievakuasi oleh masyarakat Desa Nitunglea pada Selasa (18/8) siang.

"Dievakuasi kemarin siang, sudah dibawa ke Puskesmas terdekat korban selamat," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memastikan korban selamat dan masih dirawat di Puskesmas.

Desa Nitunglea sebelumnya terisolasi setelah gempa mengguncang Pulau Flores, NTT. Desa tersebut terisolasi karena akses jalan tertutup material longsoran seperti batu besar dan pohon timbang.

Akibat akses tertutup, desa tersebut hanya bisa ditempuh dengan berjala kaki selama tiga jam dari dermaga.

Sementara itu, Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko mengatakan perlunya trauma healing bagi para pengungsi khususnya anak-anak. Karena bukan saja mengalami luka fisik tapi yang harus diperhatikan tentang kesehatan mental bagi para penyintas.

"Para pengungsi ini bukan hanya mereka bukan hanya fisiknya saja yang terluka tapi ada juga kesehatan mental itu yang tidak boleh kita abaikan itu yang kita atensi, terlebih bagi anak-anak," kata Rudi.

Pantauan CNNIndonesia.com di titik pengungsian Lapangan Gelora Samador yang ditempati 1.207 pengungsi pada Rabu (19/8) dikunjungi oleh Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari NTT, Vily Darmoko untuk memberikan trauma healing bagi para pengungsi. 

(ely/dal)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |