Banjir Bandang Terjang Sitaro Sulut: 14 Orang Tewas, 21 Rumah Hilang

1 day ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia setelah banjir bandang menerjang permukiman warga di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/1) dini hari.

"Sebanyak 25 orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E .S. Lalawi di Manado, dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kata Daniel, sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat.

Tercatat sebanyak 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, serta 21 unit rumah dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir.

Di beberapa wilayah, akses jalan utama tertutup material tanah, batu, dan kayu sehingga belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Daniel menyebut pihaknya telah mengerahkan dua peleton untuk membantu penanganan bencana ini. Pergeseran personel direncanakan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemda Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung.

"Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus telah memerintahkan jajarannya segera mengirimkan alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

"Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana," ujar Yulius.

Saat ini, kata dia, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Bencana banjir bandang menerjang beberapa permukiman di Pulau Siau dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.

Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur, selain menyebabkan kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.

Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

(fra/antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |