Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (5/1) ini.
Dampaknya banyak rumah warga hingga jalan terendam air bah.
Salah satunya di sebuah kompleks perumahan di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Peristiwa ini mengejutkan warga karena air luapan sungai itu datang mendadak dengan arus deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan dengan intensitas tinggi memicu kenaikan debit sungai hingga menjebol tanggul. Akibatnya, air bah meluap dan merendam permukiman.
Salah seorang warga, Faiz, menceritakan bahwa air mulai masuk ke perumahan sekitar pukul 16.30 WIB. "Air datang tiba-tiba, deras banget alirannya," ujar Faiz, Senin, petang, seperti dikutip dari detikJabar.
Menurut Faiz, banjir besar ini merupakan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Jebolnya tanggul sungai membuat air langsung menghantam area perumahan tanpa sempat diantisipasi warga.
"Akibat tanggul jebol, air dari sungai langsung masuk. Warga benar-benar tidak sempat bersiap," katanya.
Arus deras tersebut merendam kawasan selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya berangsur surut.
Warga lainnya, Dadang, menyebut kuatnya arus menyebabkan perabot rumah tangga milik warga hanyut. "Banyak perabot yang hanyut terbawa banjir karena airnya deras sekali," ungkapnya.
Mengutip dari detikJabar, setidaknya 150 rumah di lokasi itu terendam dengan ketinggian air bervariasi. Selain merendam rumah, banjir juga merusak infrastruktur, mulai dari sejumlah titik tanggul yang jebol hingga aspal jalan perumahan yang terkelupas.
Banjir di Kota Cirebon
Hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon kembali membuat sejumlah titik di daerah itu terendam banjir, salah satunya di Jalan Ciremai Raya.
Guyuran hujan sejak sore membuat air meluap hingga menutup badan jalan. Genangan yang terus meninggi melumpuhkan arus lalu lintas.
Berdasarkan keterangan BPBD Kota Cirebon, pada pukul 19.10 WIB, Jalan Ciremai Raya sempat tidak dapat dilalui kendaraan akibat genangan air yang menutup badan jalan. Namun, pada pukul 20.21 WIB, petugas menyatakan ruas jalan tersebut sudah mulai bisa dilewati, meski masih terdapat genangan air di sejumlah titik.
"Bisa dilewati, cuma masih ada genangan," ujar petugas BPBD Kota Cirebon.
Sementara itu, Polsek Selatan Timur (Seltim) melaporkan banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk di Kelurahan Larangan, Kota Cirebon.
Petugas kepolisian diterjunkan ke lokasi yang terendam banjir. Di tengah genangan, sejumlah sepeda motor dilaporkan tak berdaya. Mesin mati setelah terendam air.
Kapolsek Selatan Timur, AKP Juntar Hutasoit mengatakan, pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan adanya genangan air di Kelurahan Larangan.
"Lokasi di Kelurahan Larangan. Anggota kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas serta membantu warga yang kendaraannya mogok," katanya.
Selain melakukan penanganan di lapangan, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tak gegabah saat melintasi kawasan yang terendam banjir.
"Kami mengimbau warga agar tidak menerobos genangan air yang cukup tinggi," imbaunya.
BPBD Kota Cirebon mencatat sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Cirebon terdampak banjir usai diguyur hujan deras. Beberapa di antaranya yakni Jalan Terusan Pemuda, Jalan Cirebon Raya, Jalan Merdeka, serta Jalan Pramuka di Kelurahan Kalijaga.
Sebagian ruas jalan tersebut kini sudah mulai dapat dilalui kendaraan, salah satunya seperti di Jalan Terusan Pemuda.
Baca berita lengkapnya di sini dan di sini.
(kid)

2 days ago
9

















































