Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan (BPBD Sumsel) menyiapkan sejumlah langkah jika asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menebal dan membahayakan masyarakat. Salah satu opsi yang direkomendasikan meliburkan sekolah.
"Jika eskalasi karhutla di Sumsel semakin meningkat dan asap mulai mengganggu kualitas udara, pernapasan, dan kesehatan masyarakat, kita akan merekomendasikan untuk meliburkan sekolah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabana, Sabtu (8/8) dikutip dari detikSumbagsel.
Usulan itu, katanya akan disampaikan kepada instansi terkait untuk langkah penanganan apabila kondisi asap akibat karhutla mulai memburuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau asap mulai tebal dan berbahaya, tentunya kita akan merekomendasikan kepada dinas terkait langkah-langkah apa saja yang perlu diambil," katanya.
Dia menilai, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk tingkat kepekatan asap dan dampaknya terhadap aktivitas serta kesehatan masyarakat.
BPBD Sumsel juga terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi kualitas udara sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan bersama instansi terkait.
Dia berharap, bencana asap akibat karhutla tidak terjadi. Sebab, selain mengganggu kesehatan juga berdampak pada perekonomian.
"Bahkan, lebih luas lagi akan mengganggu hubungan bilateral dengan negara sekitar," jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Sumsel, dia menyebut dalam beberapa hari terakhir asap mulai masuk wilayah Palembang. Kondisi itu terasa pada waktu tertentu, tidak sepanjang hari.
"Di Palembang dalam 4 hari terakhir terasa asap karhutla di Palembang. Tapi, tidak terjadi sepanjang hari. Saat kunjungan Menhut kemarin, kita juga diminta membagikan bantuan masker kepada masyarakat sebagai antisipasi dan pencegahan terjadinya gangguan pernapasan," kata dia.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)

5 hours ago
6

















































