Pesawat Militer TNI AU Kirim Bantuan untuk Korban Terdampak Gempa NTT

3 hours ago 5

Labuan Bajo, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Udara (TNI AU) memanfaatkan pesawat militer guna menyalurkan bantuan kemanusiaan yang diterbangkan dari Posko Bencana Alam Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur (Jaktim) ke sejumlah wilayah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan sejak 15 Agustus hingga 20 Agustus 2026 posko telah menampung sekitar 707 ton bantuan logistik.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 293 ton bantuan telah dibawa dan disalurkan ke posko-posko penanganan bencana di NTT. Dia mengatakan khusus pada Kamis (20/8) ini TNI AU mengirim sekitar 42 ton bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi sejumlah wilayah NTT yang masih dalam penanganan darurat pascagempa pertama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8) pekan lalu.

Bantuan dari Posko Halim saat ini disalurkan melalui dua bandara, yakni Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere. Dari kedua lokasi tersebut, bantuan kemudian didistribusikan ke wilayah terdampak melalui jalur darat maupun menggunakan helikopter dan pesawat kecil milik TNI AU.

Logistik yang dikirim meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, tenda, dan selimut. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam proses pengiriman, TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat, di antaranya satu Airbus A400M dan dua Boeing 737 untuk mengangkut bantuan dari Jakarta menuju wilayah NTT.

Marsma TNI Ali Gusman mengatakan, penyaluran bantuan akan terus dilakukan untuk mendukung penanganan bencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak NTT.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 75 jiwa.

Data ini merupakan hasil update terkini BNPB pada Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB.

"Di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa. Hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers BNPB yang diikuti secara daring, Kamis petang.

Selain itu, BNPB juga mencatat adanya 907 korban luka-luka. Dari data sebelumnya, terdapat tambahan sembilan korban luka-luka yang berasal dari Kabupaten Ngada.

Jumlah pengungsi juga disebutkan meningkat seiring dengan banyaknya gempa susulan.

Peningkatan jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Nagekeo sebanyak 21.883 jiwa. Dilanjutkan dengan bertambahnya 9.649 jiwa dari Kabupaten Manggarai dan 1.556 jiwa dari Kabupaten Manggarai Barat.

BNPB juga melaporkan kinerja operasi distribusi bantuan yang dikelola BNPB, yaitu Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan dari pos ini dikirimkan ke Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere.

"Jumlah total distribusi bantuan dari tanggal 15 sampai 20 Agustus 2026 ini sebesar 729 ton, baik itu bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP), dari BNPB, maupun dari donasi," ungkap Berton.

Jenis bantuan yang diberikan meliputi bantuan pangan dan non-pangan. Bantuan pangan meliputi paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan mie instan. Bantuan nonpangan dilaporkan meliputi tenda, matras, selimut, kasur, hingga genset.

(diw/kid)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |